Energy Positive pada Kontes AI-Trubus

November 18, 2008 at 4:23 am | Posted in KONTES AGLAONEMA, OPINI | 14 Comments
Tags:

Energy Positive pada Kontes AI-Trubus
oleh Bpk. Gatot Purwoko

Keluarga AI-ku terkasih,

Luar biasa semangat anggota AI memancar ke penjuru alam penggemar Aglaonema. Bermula dari obrolan pengurus, berlanjut pada perbincangan calon panitia, terus sampai diskusi dengan anggota. Semuanya bergelora dalam hembusan semangat gotong royong dan rasa penasaran menjawab tantangan pihak media partner sekaligus pemilik fasilitas infrastruktur, Trubus.

Dalam tahapan persiapan sebagai bagian dari proses perhelatan, tampak jelas bahwa anggota keluarga AI, bukan sekedar pandai mengobarkan semangat dan melakukan diskursus pemikiran dan pengalaman. Tindakan nyata secara fisikal dilakukan tanpa banyak gembar gembor. Sebuah tanda tanda sangat menjajikan pembuat sukses, terasa dekat teraih. Padahal kita semua tahu, bahwa seluruh nama anggota panitia punya kegiatan dan kewajiban pekerjaan nafkah yang lebih utama.

Wajah Kang Anton sebagai yang datang pertama di lokasi, tampak sumringah. Sekali lagi tanda baik, indikasi pancaran semangat yang berlanjut pada tindakan fisik secara nyata. Disusul kawan kawan lain yang siap bertugas tanpa meminta imbalan, bahkan memberi lebih, dalam harapan kemajuan komunitas. Dari situ, sejarah ditulis. Dukungan dari anggota keluarga Aglaonema Indonesia mengalir deras sebagai peserta kontes. Walau hampir seluruhnya mungkin baru pertama kali ikut kontes, namun setiap pot yang dibawa tampak bagaikan tanaman hasil pemeliharaan veteran kontes. Bravo!. “Kami memberi bukti bukan janji”, seolah spanduk raksasa terbentang menemani setiap kedatangan peserta dari AI. Bukan hanya Jakarta, Bung. Perwakilan dari Jogja dan Semarang tampak riang gembira ikut serta.

Betul, bahkan ternyata alam semesta pun mendukung. Pancaran gelombang energy positive gabungan semangat seluruh anggota AI, dialirkan oleh alam menuju pada seluruh penggemar Aglaonema di tanah air. Mulai dari Trubus, yang mudah saja memberikan beragam dukungan dan persetujuan pada setiap permintaan panitia. Sampai para kolektor besar, jawara kontes, pedagang kakap dan lainnya bergetar terpanggil untuk ikut serta atau paling tidak hadir.

Pak Songgo dan Pak Wiwik ringan saja bilang ke Trubus untuk memindahkan seluruh koleksi mereka yang sedang dipinjam untuk pameran tanaman 2 milyar. Padahal tanaman tersebut sudah terpajang 2 minggu, terlalu lelah untuk tampil juara. No worries, demi mendukung AI. Pak Harry Setiawan senyum senyum dibelakang Mas Barokah perawat andalannya, menurunkan peserta dari Rawa Domba. Pak SunSun yang sebetulnya sudah kehabisan bahan, akibat para juaranya sudah pada laku, he he he, teuteup ikut serta. Mas Tam mengantar beberapa pot raksasa dari Bogor dengan senyum mesem yang khas. Bu Santy Pieters juga tampak muncul menikmati deretan peserta dari pagar penonton. Belum lagi Pak Solimin yang juga ikut serta dan Dr. Purbo yang ambil bagian sebagai juri. Banyak lagi wajah lain pentolan aglaonema yang tak sempat saya sebut namanya menghiasi siang itu. Mereka adalah para kolektor pemegang hybrid yang mungkin hanya ada dalam jumlah tak lebih dari hitungan jari tangan dan
kaki.

Whoaaa, ada dua wajah yang sangat langka muncul. Pak Iyang (Syahrial), seorang kolektor yang menggetarkan hati, datang pula dari PekanBaru. Dengan tampilan low profile dia bergabung dalam obrolan di antara penonton. Saya jadi ingat saat kami satu kelas angkatan pertama kursus perawatan aglaonema oleh Trubus beberapa tahun yang lalu. Kemudian, saat bertatap mata dengan pak Solimin, saya mendapat kode untuk menoleh dan ………, waduh ada Pak Suhardi (dikenal juga sebagai Sukardi). Buat saya, beliau adalah setengah dewa dalam percaturan kolektor aglaonema. Kalau saya tak salah kutip, dia pernah memegang hampir 40 seedling hasil silangan Pak Greg, termasuk Casanova dan Larasati. Belakangan, dari kebun beliau, keluar Tamara, Hughes dan Arini. sementara pemegang seedling hybrid lainnya adalah Bu Soeroyo dan Dr. Purbo. Seperti dalam cerita, Pak Sukardi muncul low profile tapi tetap ramah menjawab ajakan ngobrol. Hayo ngaku siapa yang semangat “nanya
nanya” terus di pinggir ring sampai sore, he he he. Seingat saya sejak jaman Lapangan Banteng, beliau hampir gak pernah keliatan. Kali ini bukan hanya hadir, tapi ikut kontes demi aglaonema indonesia. Tribute kita kepada Aglaonema dijawab dengan penghormatan oleh para kolektor tersebut dengan kehadirannya.

Keluarga Aglaonema Indonesia-ku, ijinkan saya mengajak anda semua untuk memberi ucapan selamat pada diri kita masing masing yang telah mengeluarkan energy positif; kemudian mengucapkan terima kasih pada kawan kawan disebelah kita yang telah memberikan karya nyata sebagai panitia maupun peserta. Seratus delapan puluh dua pot peserta kontes belum pernah tercapai sebelumnya. Apalagi dengan kualitas tanaman yang dahsyat.

Tentu banyak kekurangan dan ruangan untuk perbaikan. Kita akan lakukan evaluasi dan transformasikan itu semua menjadi bahan yang sangat bermanfaat untuk kegiatan dimasa mendatang. In the mean time, little celebration will never hurt. I thank you, my friend.

Salam sejahtera,
gatot purwoko
Cirendeu

Juara-juara Lomba Aglaonema AI – Trubus 16 November 2008

November 17, 2008 at 10:24 am | Posted in KONTES AGLAONEMA | Leave a comment
Tags: ,

Juara-juara Lomba Aglaonema AI – Trubus 16 November 2008
oleh: Bpk Martin, Jakarta

juara 1 majemukJuara 1 Majemuk

juara 2 majemukJuara 2 Majemuk

juara 3 majemukJuara 3 Majemuk

juara 1 tunggalJuara 1 Tunggal

juara 2 tunggalJuara 2 Tunggal

juara 3 tunggalJuara 3 Tunggal

juara 1 remajaJuara 1 Remaja

juara 2 remajaJuara 2 Remaja

juara 3 remajaJuara 3 Remaja

Juara-juara Kontes Aglaonema Bandar Lampung 2008

November 3, 2008 at 5:49 am | Posted in KONTES AGLAONEMA | Leave a comment
Tags: ,

Juara-juara Kontes Aglaonema Bandar Lampung 2008
oleh Bpk. Sunarso, Lampung

Legacy-Juara I Tunggal

Widuri-Juara II Tunggal

Widuri-Juara III Tunggal

Super Pride-Juara I Majemuk

Hengheng-Juara II Majemuk

Siam AuroraJuara III Majemuk

Persiapan Ikut Kontes AI-Trubus

November 1, 2008 at 2:00 pm | Posted in CARA BERTANAM DAN PERAWATAN, KONTES AGLAONEMA | Leave a comment
Tags:

Persiapan Ikut Kontes AI-Trubus
oleh: Bpk. Gatot P

Keluarga AI-ku,

Sebetulnya yang lebih layak cerita adalah Pak Sun Sun. Namun sesuai
perintah Presiden KK yang gak boleh ditolak, saya mohon ijin berbagi
dari catatan dan pengalaman pribadi.

Pertama tentu mengacu pada beragam buku pemeliharaan Aglaonema yang
banyak tersedia di toko, dan biasanya menyediakan bab tentang persiapan
kontes di bagian belakang.

Setelah itu kita mulai memilih tanaman yang akan tampil. Ukuran dipilah
sesuai jenis kelas/kategori yang akan diikuti. Biasanya Majemuk atau
Tunggal (kadang kala ada juga kelas non merah). Untuk kontes kali ini
akan ada kelas pemula/juvenile/prospect/atau apalah namanya. Hitung
jumlah daun sesuai batas atas agar tidak kena disqualifikasi.

Tanaman tersebut sebaiknya dalam kondisi sehat, tidak mengalami
gangguan penyakit atau kondisi alam. Dari tingkat dan mutu diskusi yang
terjadi di milis kita, saya cukup yakin kodisi tanaman milik kawan
kawan akan tampil optimum, vigor, bebas dari jamur dan bakteri, tepat
air, tepat kelembaban, tepat suhu, tepat sinar dari seluruh arah, dan
cukup sirkulasi udara.

Untuk kelas majemuk, mungkin bisa kita periksa dan sesuaikan arah
tumbuh daun sehingga telihat lebih kompak, rapat dan membentuk
lingkaran bola. Satu hari sebelum kontes, bila berkenan, silahkan
bersihkan daun dengan air atau beragam larutan pembersih yang kerap di
bicarakan di milis.

Tidak ada salahnya, bila tersedia, untuk memasukan pot plastik kedalam
pot keramik dengan ukuran dan bentuk yang menunjang penampilan bentuk
tanaman, serta glazur warna yang serasi sehingga mampu “mengeluarkan”
seluruh komponen warna tanaman pada kesan umum.

Namun yang paling penting adalah persiapan kondisi kejiwaan kita. Semua
harus dilatari dengan rasa gembira bisa terlibat dalam salah satu
segmen hobby memelihara Aglaonema. Dalam kontes tentu ada yang menang
dan ada yang kalah. Sudah bosan kita mendengar petuah ini sejak masa
sekolah dulu. Walau ternyata kadang tak mudah berlaku sportif. Akan
lebih nikmat kalau kita bisa menerima kekalahan dengan ringan dan
semangat belajar dari pemenang untuk lebih baik lain kali. Pengumuman
hasil kontes bukan akhir dari dunia.

Have fun, Folks.

Salam,
GP – Cirendeu

Form Penjurian 2: Penjelasan

August 20, 2008 at 2:52 pm | Posted in ARTIKEL & DISKUSI, KONTES AGLAONEMA | 10 Comments
Tags: ,

Form Penjurian 2: Penjelasan
oleh: Bpk. Destika Cahyana, Jakarta

Kesan pertama: Efek visual keindahan obyek secara keseluruhan–tanaman, wadah, dan ornamen pendukung–yang muncul setelah proses perawatan dan penyelarasan obyek. Dalam konteks ini, kesan pertama sejatinya HASIL AKHIR dari serangkaian proses yang dilakukan pemilik dan disajikan dalam kontes.

Pembobotan nilai bisa dilihat pada kolom penilaian, biasa (1-10), indah (11-20), dan berkesan (21–30). Yang mesti diingat obyek secara keseluruhan artinya bukan hanya tanaman. Maka, pada kesan pertama teknik penanaman mengambil peran penting. Bentuk, ukuran, warna pot yang cocok dapat mendongkrak nilai. Begitu juga posisi penanaman dan sentuhan akhir (misal daun yang bersih dan tidak berdebu).
***

Kesehatan: Kesehatan sebuah pohon biasanya dipengaruhi oleh patogen (gangguan hama dan penyakit), kekurangan hara, dan kestabilan tumbuh (misal tanaman baru dipindah pot atau diganti media, meski tak ada serangan hama dan penyakit, kestabilan tumbuh dia masih rendah).

Skema mudahnya:
Kesehatan:
1. Gangguan kesehatan karena hama, penyakit, dan kurang hara
2. Gangguan kesehatan karena proses perawatan (pemindahan pot, pemotongan daun rusak, pemotongan batang, dsb)

Kasus yang sering muncul ialah, ada tanaman yang cacat (misalnya daun bolong dengan luka sudah kering) lalu juri secara otomatis memberikan nilai kesehatan rendah. Menurut saya itu kurang tepat, karena keringnya luka sudah tidak mengancam kehidupan tanaman tersebut. Daun bolong–yang terlalu banyak–otomatis mengurangi kesan pertama. Pada kolom lain yang lebih detail–bentuk (pada karakter spesies/hibrid)–pun sudah tak maksimal. Maka tidak adil, menurut saya, bila pada kolom kesehatan pun drop. Sebagai analogi, jari teman saya terpotong 5 tahun lalu. Meski jarinya tak lengkap, kesehatan teman saya saat ini tetap baik.

***

Karakter spesies/hibrid (meliputi daun dan tangkai): Bentuk, tekstur, warna/motif. Menurut saya ini cukup mewadahi semua tanaman hias daun. Yang diperlukan ialah pengetahuan juri tentang karakter masing-masing spesies atau hibrid tanaman daun tersebut.

***
Keserasian: Ini biasanya disebut orang sebagai kekompakkan sebuah tanaman hias daun. Kekompakkan tanaman hias daun ditentukan oleh posisi tumbuh yang tepat, dengan arah tumbuh yang tepat, dan proporsi ukuran yang sesuai.

Karena itu, untuk mendapat pohon prima sebetulnya bagaimana 1) Menumbuhkan daun pada posisi yang tepat, lalu 2) Mengarahkan daun pada arah yang tepat, dan 3) Mengendalikan pertumbuhan pada ukuran yang proporsional antar daun. Itulah yang dilakukan P Songgo yang kerap menjuarai kontes.

***

Form penjurian ini tak lagi memasukkan kelangkaan, karena yang dinilai ialah estetika sebuah tanaman hasil perawatan seseorang. Prinsip itu juga berlaku di penilaian bonsai dan adenium. Jadi, meski anda hanya punya snow white jangan khawatir, bisa saja mengalahkan hot lady (bila kelas merah dan non merah digabung atau dipilih best in show antara pemenang merah dan non merah).

Di thailand dan dunia anggrek memang ada kontes untuk para pemulia. Ini bertujuan untuk merangsang pemulia dan petani menghasilkan jenis baru.

Salam,

Destika Cahyana

Form Penjurian 1 : Perbandingan

August 20, 2008 at 2:12 pm | Posted in ARTIKEL & DISKUSI, KONTES AGLAONEMA | Leave a comment
Tags: ,

Form Penjurian (Perbandingan)
oleh Bpk Destika Cahyana, Jakarta

Buat rekan-rekan…

Memenuhi janji saya–untuk berkomentar–soal penjurian aglaonema, berikut ini beberapa form penjurian yang biasa dipakai. Soal wacana penjurian–terutama pendapat dari Pak GK dan Pak Dian–saya pikir sudah sangat representatif untuk dipakai acuan oleh para hobiis.

Berikut form yang biasa dipakai Trubus: (bobot penilaian dan komponen yang dinilai biasanya didiskusikan kembali saat briefing juri sehingga bersifat draft. Karena itu kontes bulan ini dan bulan berikutnya bisa jadi bobot penilaian berubah. Misal, kelangkaan yang tertulis 10%, bisa jadi saat briefing berubah menjadi 5%. Atau malah sama sekali tidak ada alias 0%). Trubus memilih memakai kata DRAFT karena seringkali memakai juri dari beberapa komunitas yang berbeda. Biasanya setiap komunitas punya form sendiri yang berbeda. Sehingga butuh persamaan persepsi sebelum penjurian.

Form penjurian beberapa komunitas lain pada prinsipnya sama dengan draft Trubus yang pernah diposting. Pengisian bobot nilai pun biasanya dibriefing dibahas kembali. Misal, ada tim juri yang memakai kisaran nilai 0–100, lalu panitia yang menghitung dengan dikalikan sesuai bobot masing-masing. Misal, kesan pertama nilai 80, maka dikalikan dengan 30%, hasilnya 24. Namun, ada pula yang memakai kisaran berdasarkan bobot nilai. Misal, kesan pertama 30%, maka juri langsung menilai dengan kisaran 0-30. Bila 20%, maka juri menilai dengan kisaran 0-20. Sampai pada tahapan ini, saya pikir, masih persoalan teknis dan tak perlu perdebatan panjang.

Namun, ada form penjurian–karya teman saya yang sedikit banyak mengadopsi dari adenium–yang menurut saya pribadi (silahkan dibahas karena memang belum sempurna) jauh lebih enak dipakai bagi tanaman hias daun. Baik itu aglaonema, anthurium, philodendron, bahkan sansevieria. Biasanya form ini saya pakai bila semua tim juri sepakat menggunakan form ini, misalnya saat saya menjuri di Bangka, beberapa minggu lalu.

Berikut form penjurian tersebut:

Selingan diskusi : RATING para juara

August 20, 2008 at 1:40 pm | Posted in ARTIKEL & DISKUSI, KONTES AGLAONEMA | Leave a comment
Tags:

Selingan diskusi : RATING para juara
oleh Bpk. Ganggeng Kanyoet, Yogya

Sambil nunggu banyak komen menyangkut topik kriteria juara dari rekan2 milis, ada ide lain melintas. Ilham berasal dari rencana temen2nya mr. Tomo di indoadenium dengan ‘grand champion’ (sudah terlaksana belum ya ?). Lomba adenium berseri, dimana (kaluk ndak salah) adenium yang sering menang lomba dinobatkan sebagai ‘juaranya juara’ dengan nilai tertinggi.

Seperti kesepakatan semula, tujuan lomba aglao adalah memberi penghargaan ‘perawat’ terbaik. Yang dianugerahi juara adalah sang perawat bukan aglaonya. Lantas bagaimana seandainya kepada sang perawat juga sekaligus diberi NILAI bukan sekedar piagam ?. Dari nilai2 yang dikumpulkan, bisa dibuat suatu RATING atau RANKING perawat. Harapannya nilai tersebut akan menggambarkan KAPASITAS sang perawat. Makin sering menang lomba makin keliat bahwa menangnya bukan kebetulan. Baru sekali menang lomba (meski itu internasional) bukan berarti lalu jadi ‘master yoda’. Padahal bisa jadi sat itu karena masalah ‘kebetulan’ atau lawannya memang ndak level.
Setelah mr. Dhidhie ‘mengadopsi’ penilaian di anggrek, saya usul sistem RATING di aglao bisa niru sistem ELO rating olahraga catur. Kelak misal siapa2 yang punya rating di atas 2000 bisa disebut MASTER, nilai rating di atas 2400 disebut GRAND MASTER, di atas 2600 disebut SUPER GRAND MASTER (sudah kebayang bisa nyebut Mr. Oy dengan sebutan SUPER GRAND MASTER Aglaonema).

Tinggi rendahnya rating seseorang ditentukan oleh seringnya berperan serta dalam lomba, banyaknya juara lomba yang diraih, nilai dari lawan2 yang dikalahkan, kelas lomba yang diikuti. Nilai rating seseorang bisa naik bisa turun setiap waktu, bila jarang ikut lomba, jarang menang, menang lomba tapi tidak di levelnya, etc, etc ……. Ngaku jagoan kok nilai rating aja ndak punya apa ndak malu? Pasti belum pernah lomba ya ?.
Bila tertarik mari diskusi. Cubak baca2 http://en.wikipedia.org/wiki/Elo_rating_system dulu biar gampang nyambung dan tidak berasa ‘njlimet’ diskusinya. Bagi ‘keluarga2 lain’ yang ada di milis aglaonema@yahoogroups.com kami undang untuk berdiskusi. Bila COCOK, monggo pakai saja hasil diskusi ini. Manfaat yang sudah terbayang adalah : makin menambah keinginan seseorang untuk berlomba. Alasannya ? Nanti kalau diskusi sudah dimulai akan ketahuan betapa menariknya sistem ini. Seandainya tidak ingin turut serta berdiskusi juga ndak masalah kalaupun nantinya akan mengggunakan hasil diskusi kami. Coz ini sejalan visi dan misi milis yang hendak menggairahkan dunia aglao, tanpa pandang bulu dari kelompok mana berasal ……
Partispasi rekan2 yang seneng ‘statistik’ dan tahu seluk beluk penilaian di PERCASI atau FIDE sangat diharapkan. Mr. Windarji, Mr. Anas, Mr. Dian, Mr. Oy etc, etc mohon siap2 ditanyain cerita sejarah jalannya lomba, mohon bantuannya ……

Ganggeng Kanyoet
Saatnya kita sumbangkan KECERDASAN kita untuk aglao

Kriteria Lomba – Bab 2: Posisi Pengamatan

August 12, 2008 at 8:53 am | Posted in ARTIKEL & DISKUSI, KONTES AGLAONEMA | 1 Comment
Tags: ,

Kriteria Lomba – Bab 2: Posisi Pengamatan
oleh Bpk Ganggeng Kanyoet, Yogyakarta

Rekan2 milis aglaonema@yahoogroups.com
Tampak2nya jawaban atas pertanyaan kriteria juara aglao harus kita gali sendiri. Dari Keluarga AI berjawab memutuskan untuk ‘dengan manis tanpa harus membuat keruh’. Sementara dari keluarga “care perkembangan” aglao, muncul KEPASTIAN jawaban, ‘bahwa ada SUBYEKTIFITAS dalam penilaian…. . Sesuatu yang tentu bukan jawaban atas pertanyaan kriteria aglao indah yang pernah terlontar sejak awal diskusi ini …..

Diskusi kita tidak seharusnya berarah MENILAI yang sudah ada. Bagaimana kita mau menilai kalau lombapun belum pernah ikut ? (apalagi merasakan kekalahan). Malahan saudara kita yang BIASA menang pun ndak berasa beda. So .. walau cumak berbekal semangat AMATEURSM, mosok tidak mungkin digali sendiri parameter2 aglao indah. Bahwa benar ada peluang hasil KECERDASAN kita nantinya akan menepiskan hal2 metafisis dan doktrinal sebelumnya. Sekali lagi itu hanyalah sebuah unsur kebetulan dan ketidak-sengajaan semata.

Mungkin keliat terlalu berlebihan berharap parameter yang hendak kita bangun mampu menjadi acuan semua orang untuk menilai aglao, bukan hanya yang ditunjuk sebagai juri saja. Tapi harus dicoba, alangkah baiknya kalau diskusi ini bersifat ‘open source’, seperti layaknya LINUX (ho ho ho …… pastinya bukan iklan). Manchester United nampak bagus bukan karena Mr. Binder Singh berkata demikian. …. Supaya tidak njlimet, langsung kita lanjutkan lagi diskusi saja.

Setelah perihal ‘tujuan lomba di-ACC. Pertanyaan kedua yang kudu dijawab adalah: POSISI pengamatan awal. Darimana (red: posisi) keindahan aglao hendak diamati ? Apakah pada posisi bagian tengah tanaman sejajar, lebih tinggi, atau lebih rendah dari mata pengamat ? Atau musti diamati secara muter2 dan di-longok2 ? Ini penting dibakukan sebab tiap sisi punya keindahan yang bisa ditonjolkan. Jawaban pertanyaan ini bisa dibantu dengan bagaimana biasanya kita meletakkan dan meliat pot aglao di rumah?. Rumah siapa ? Pasti harus pakai jawaban mayoritas, bukan pada jawaban pribadi2 unik. Harus ada kesepakatan dulu tentang ini. Ucok Baba keliat tinggi kalau diamati pada posisi mata di bawah mata kaki. Kobe Bryant terlalu rendah kalau diamati dari puncak Monas.

Ganggeng Kanyoet
Mudah2an keluarga Don Corleone dan Don Altobelli tetap bersedia memberi masukan.

Kriteria Juara – Bab 1: Tujuan Lomba

August 10, 2008 at 5:14 am | Posted in ARTIKEL & DISKUSI, KONTES AGLAONEMA | 7 Comments
Tags: ,

Kriteria Juara – Bab 1: Tujuan Lomba
oleh Bpk. Ganggeng Kanyoet, Yogya

Sebelum melangkah lebih jauh, kayaknya ada yang terlewat.Y.i masalah TUJUAN LOMBA. Karena Mr. Dhidhie2 melontarkan gagasan adopsi penjurian anggrek, berikut lampiran tulisan Mr. B Sarwono (2002, Mengenal dan Membuat Anggrek Hibrida, Bab. 7, hal . 71 dan 72, Terbitan Agro Media Pustaka) – Foto BSarwono 1 – 3. Secara garis besar terliat bahwa ROH dan TUJUAN lomba adalah : 1) meningkatkan mutu seleksi: lombanya menyangkut penilaian tanaman anggreknya sendiri (bunga bulat, non bulat, dan bunga potong) dan 2) penghargaan perawat anggrek: lombanya lewat penilaian kesuburan tanaman anggrek.

‘Tujuan lomba aglaonema’ ? Mungkin bisa diketahui dari kondisi di luar lomba aglao sendiri. Satu, aglao Anda adalah hasil propagasi ASEKSUAL (entah kuljar, cangkok, stek jenis ini-itu, etc, etc). Teorinya, turunan propagasi cara ini punya materi genetik yang sama. Dengan kata lain, tiara, kochin, legacy dan widuri milik saya (kalau label-nya dulu benar dan tidak tertukar), dan milik Anda, secara genetik tidak beda dengan kepunyaan Mr. Oy, Mr. Dian atau Mr. Moes, etc, etc …Pendek kata, kita mengelus jagon dengan potensi yang sama untuk dikembangkan. Maka kaluk nantinya ada beda tampilan antara tiara Anda dengan kepunyaan Mr. HB, itu bukan karena masalah turunan atau genetik, tapi ….. Dua, Penampilan tiara di lomba adalah penampilan potensi genetik sesuai lingkungan tertentu dimana mereka tumbuh. Jadi …bahan genetik sama beda tampilan, pasti murni karena perlakuan dan perawatannya. Tiga, panitia lomba ndak mungkin membatasi hanya boleh ada satu jenis aglo di lomba atau tidak boleh ada aglao yang sama dalam satu lomba. Masing2 peserta boleh milih jenis jago masing2 tanpa ambil pusing peserta lain juga mengusung jagoan yang sama. Empat, peserta lomba pasti tidak bertujuan agar sexy pink atau widuri diakui juara, penginnya aglao yang di-RAWAT-nya lah yang menang (apapun jenisnya).

Jadi …. Interpretasinya adalah: lomba aglao bukan pertandingan genetik aglao tapi pertandingan lingkungan yang diciptakan perawat. Lomba aglao tidak sama sebangun lomba anggrek jenis pertama di atas. Lomba aglao pararel lomba anggrek jenis ke dua. Mesti ndak usah ganti judul, biarlah tetap disebut ‘lomba aglao’, namun ROH -nya adalah lomba merawat aglao. Lantas Tujuan lomba aglao menjadi adalah : mencari metode PERAWATAN aglao yang baik lagi benar. Atau mencari cara perawatan yang dapat memaksimalkan potensi genetik aglao.

Bagaimana itu kriteria merawat aglao yang baik dan benar ? Bagaimana penilaiannya ? Dari mana penilaian dilakukan ? Bagaimana standar dan form penilaian ? Kita bahas setelah ada kesepakatan tentang tujuan lomba aglao. Mungkin saja saya salah interpretasi. Mohon pendapat rekan2 dan senior …..

Di bawah saya lampirken juga form umum lomba anggrek untuk penilaian kesuburan tanaman agar bisa dijadikan bahan pemikiran (masih dari buku yang sama – foto Perawat). Masih ada conto form untuk kontes jenis show herder (foto Guguk)

Ganggeng Kanyoet

Kriteria Juara

August 4, 2008 at 7:02 am | Posted in ARTIKEL & DISKUSI, KONTES AGLAONEMA | 26 Comments
Tags:

Kriteria Juara

Mr. Arief dan rekan yang berkegiatan lomba aglao, ada pertanyaan MANA YANG DIANGGAP LEBIH BAIK dalam suatu lomba :
1. Aglao kompak berdaun besar atau aglao kompak berdaun kecil ?
2. Sama jenisnya (misal Legacy), sama2 kompak, yang satu berdaun besar sedang yang lain berdaun kecil ?.
3. Masih jenis yang sama, yang satu berdaun melebar yang lain berdaun memanjang.
4. Jenis yang sama, internode pendek atau internode panjang ?
5. Jenis yang sama, petiole panjang atau petiole pendek ?
6. Apakah jenis menyimpang lebih dihargai (punyak nilai tambah), misal POS mutasi > pos biasa.
7. Atau ada kriteria ideal dari suatu kenampakan kekompakan itu ? Misal kompak biasanya karena internode pendek, daun kecil, petiole pendek, etc, etc …. ?
Harapannya, dengan tahu hal2 di atas, paling ndak saya bisa ngatur pupuknya. Thanks sebelumnya.

Ganggeng Kanyoet

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.