Ramuan Pestisida Nabati

March 10, 2009 at 3:33 pm | Posted in HAMA dan PENYAKIT | 24 Comments
Tags:

RAMUAN PESTISIDA NABATI
Oleh. Koswara Wijaya, Ir.

1) Untuk Mengendalikan Hama secara Umum Bahan:
– Daun Mimba : 8 kg
– Lengkuas : 6 kg
– Serai : 6 kg
– Diterjen/Sabun Colek : 20 kg
– Air : 80 liter
Cara Membuat
Daun mimba, lengkuas dan semi ditumbuk halus dicampur dengan diterjen/sabun colek
lalu tambahkan 20 liter air diaduk sampai merata. Direndam selama 24 jam kemudian
saring dengan kain halus. Larutan akhir encerkan dengan 60 liter air. Larutan tersebut
disemprotkan pads tanaman untuk luasan 1 hektar.

2) Untuk Mengendalikan Hama Trips pada Cabai
Bahan
– Daun Sirsak 50 – 100 lembar
– Deterjen/Sabun Colek 15 gr.
– Air 5 liter.
Cara Membuat
– Daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air.
– Direndam selama 24 jam, saying dengan kain halus.
– Setiap liter Iarutan dapat diencerkan dengan 10 – 15 liter air.
– Aplikasi dengan menyemprotkan larutan tersebut pada seluruh bagian tanaman yang
ada hamanya.

3) Ramuan untuk Mengendalikan Hama Belalang dan Ulat.
Bahan
– Daun Sirsak 50 lembar
– Daun Tembakau satu genggam
– Deterjen/Sabun Colek 20 gr.
– Air 20 liter.
Cara membuat
– Daun sirsak dan tembakau ditumbuk halus. Tambahkan deterjen/sabun colek aduk
dengan 20 liter air, endapkan 24 jam.
– Disaring dengan kain halus dan diencerkan dengan 50 – 60 liter air, aplikasi dengan cara
disemprotkan.

Sumber: http://209.85.175.132/search?q=cache:a1cZbIlWtEIJ:www.pustaka-deptan.go.id/agritek/jwbr0207.pdf+pestisida+nabati&hl=id&ct=clnk&cd=1&gl=id

Referensi yang lain : http://anekaplanta.wordpress.com/2008/01/09/campuran-daun-mimba-dan-umbi-gadung-sebagai-pestisida-nabati/

Advertisements

Apakah daun menguning selalu minta korban?

February 19, 2009 at 11:20 am | Posted in HAMA dan PENYAKIT | 26 Comments
Tags:

Apakah daun menguning selalu minta korban?
oleh Bp. Senu

mohon tanya dong senior, apakah dalam peraglaoan kasus daun menguning lalu rontok disana sini sehingga aglao tidak indah lagi menjadi menu wajib, kudu dan harus ada selalu saja ada 10 % yang seperti itu ….

apakah ini tumbal atau jumlah minimal yang kudu dikorbankan atau tidak lolos obat anti kuning, media basah, antibakteri dll
bagaimana menekan supaya 1 % saja atau malah 0 %

mohon bantuannya dan petunjuk
saya doakan aglaonya beranak pinak

terima kasih
senu

Kutu putih & Ulat Daun

December 10, 2008 at 3:50 pm | Posted in HAMA dan PENYAKIT | 4 Comments
Tags:

Kutu putih & Ulat Daun

Rekan-rekan,
Mohon petunjuk untuk kutu putih di daun dan di dalam media serta ulat daun dapat di basmi pake apa ?
terima kasih atas petunjuknya.

Salam AI,
M. Aries

SayA TeRkecOh pEnamPiLan aGLo YaNg seGaR

November 19, 2008 at 12:48 am | Posted in CARA BERTANAM DAN PERAWATAN, HAMA dan PENYAKIT | 11 Comments
SayA TeRkecOh pEnamPiLan aGLo YaNg seGaR
Ibu. Yenyen Yanuati

Rekans,

Bukan bermaksud menggurui, saya hanya ingin berbagi pengalaman saya minggu lalu yang mudah2an tidak dialami oleh rekan2 lain. Sengaja saya pilih topik diatas, karena saya memang terkecoh oleh penampilan aglo2 yang tampak luarnya segar….tapi keropos didalam.

Mula2 saya curiga LV saya tidak bertambah daun ,,,,,rasanya sejak sebulan terakhir.
Ketika saya sentuh batangnya…batang goyang jaipongan.
Saya tarik perlahan keatas…lolos…akar sudah busuk , batang pun sudah gunawan (gundul menawan).
Padahal daun tetap segar, pink asli …tidak kuning atau kekuningan seperti layaknya aglo yang kena serangan bakteri.

Saya semakin curiga karena saya lihat Ruby Thai saya agak doyong kekiri. Saya sentuh batangnya….jaipongan juga…batang saya tarik keatas….tidak lolos….tapi terasa cengkramannya agak longgar dibawah.

Lalu saya check secara random tetangga2nya dan mulai panik karena ada 1..2..3..4…5..6…dstnya yang berjaipongan ria juga.
Pada akhirnya …dalam 2 hari saya harus membongkar lebih dari 40 pot,….24 pot bermasalah. Akar busuk dan beberapa yang batangnya sudah MULAI busuk dari bawah atau dari tengah2 batang.

Kenapa aglo masih tumbuh normal ?….ada beberapa lembar akar baru yang tumbuh dibagian atas batang yang terpendam. Sementara pembusukan terus berlangsung dari bawah. Tinggal menunggu waktu bagi sang aglo untuk tergelimpang mencium media.

Apa yang saya lakukan ?
1. cuci batang dan akar (kalau masih ada) sampai bersih…sih…dari media (kalau perlu disikat…hehehehe)
2. buang akar busuk dan batang busuk
3. periksa dengan teliti kondisi batang…apa ada tanda2 coklat (sering ditengah sudah ada lubang). Kalau ada (walaupun hanya setitik) lebih baik potong beberapa cm diatasnya (terkadang saya hanya tinggalkan 1cm dari pelepah daun terbawah, tanpa akar)
4. rendam aglo sak daun2nya dalam larutan bactocyn + B1 selama 1 jam.
5. kering anginkan (jangan dijemur), kalau perlu pakai kipas angin.
6. baru ditanam di media baru.

Catatan:
a. Kalau media sangat kering, siram dengan sedikit larutan perendam agar lembab.
b. Untuk pohon yang gundul tanpa akar, ditanam di coco peat lalu siram campuran B1+atonik.
c. Karena stock cocopeat saya sedikit, sebagian saya rendam batangnya di erecto.

7. Taruh pot ditempat yang teduh
8. Siram air keesokan harinya (kecuali yang ditanam di coco peat)
9. hari ke 4 – semprot larutan LT akar + B1 (kecuali yang ditanam di coco peat)
10. Semprot B1 setiap 3 hari sekali.

Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada yang RIP.
Yang masih berakar sudah segar dan mejeng lagi di rak..
Yang tanpa akar mulai segar walaupun ada beberapa pohon yang tadinya rimbun harus kehilangan 2-3 daun terbawah.
Yang direndam Erecto tetap segar tanpa kehilangan daun.

Sebagai tindakan preventive, aglo2 yang sehat saya siram larutan perendam sementara menunggu giliran diganti medianya.

Mudah2an bermanfaat….niru perkataan pak HB….Kalau tidak cocok jangan ditiru.

Salam, Yenni

NB: apa yang saya lakukan diatas adalah saran2 Danish Lee yang saya gabungkan dengan saran2 dari beberapa teman (bukan anggota milis). Danish…terimakasih banyak !!!

Hama Apa ?

November 15, 2008 at 8:56 am | Posted in HAMA dan PENYAKIT | 21 Comments
Tags:

Hama apa ?
oleh: Bpk. Agoes Setyadji

Tadi pagi bangun pagi..dikejutkan dengan kondis red ruby yang kemarin kayaknya sehat-sehat saja (tampilannnya)…tiba-2 layu..letoy…eh ada apa nih…. Segera media tak bongkar…terkejut dan heran…karena semua akar ada bintik-2 putih nempel…kayak garam nempel di akar…. Wuaduh..hama apa lagi nih…apa Kutu Putih atau yang lainnya ?
Penasaran dan deg-degan dengan yang lainnya…2 pot langsung saya bongkar…weleh-weleh..ternyata ada juga meskipun belum seekstreem akar ruby… saya karena mesti ke ktr gak bongkar yang lainnya lagi…
Tindakan sementara yang saya lakukan…cuci bersih akar..rendam sebentar dalam larutan biozon dan rootup…tanam lagi dengan media baru…masuk ICU…mudah-mudahan tertolong…
Rekan’s….Help me donk pencerahanya ttg: hama apa dan bagaimana ngatasinya ya…..dan apa tindakan saya sudah sedikit benar….????
Maaf belum sempat memfoto..dan kayaknya kalo di foto juga sulit kelihatan…

salamdeg-degab
adji

Insektisida sistemik organik – Air Beras???

November 15, 2008 at 8:47 am | Posted in HAMA dan PENYAKIT | 17 Comments

Insektisida sistemik organik – Air Beras???
oleh: Bpk. Faries Fadhil, Jakarta

Sudah 3 hari ini saya tidak habis pikir tentang ramuan ajaib Pak Heri (pemilik Gonku Nursery tempat gathering bulan lalu) untuk membunuh ulat di pohon rambutan yang jumlahnya ratusan itu

Pohon yang letaknya dekat ruang perbanyakan ini memang gundul hampir 50% karena diserang ulat

Hari senin pagi2 sekitar pukul 8.. saya nemenin beliau yang cengangas-cengenges bawa 2 liter air beras … ini air dukun katanya heheheheh… air beras ini kemudian disiramkan ke tanah tepat di bawah tajuk si rambutan…. liat aja besok kata dia…

Besoknya.. pagi2 sekali .. banyak sekali ulat bergelimpangan di bawah pohon… lho lho lho…. ada apa ini… kok bisa… hari berikutnya jumlah korban makin banyak… saya makin tidak habis pikir..

Apa yang dibawa si air beras ini hingga bisa membunuh ulat secara sistemik… eddaaann .. selama saya kuliah di bogor.. baru kali ini saya kagum sama insektisida made in dapur ini..

Kebetuan di rumah saya… Semua aglo selalu disiram air beras tiap hari kecuali beberapa.. yaitu Siam Aurora, Butterfly, dan satu Alocasia… ini juga ajaib.. ketiga makhluk ini langsung cepak dihajar ulat.. sementara yang lainnya ga disentuh sama sekali… sekalipun saya temukan cangkang telur ulat di daun yang lainnya…

Hari ini saya sharing dengan sangat berbahagia dan penasaran hehehehe

Air Beras… ada apa dengan dirimu… ternyata sakti hehehehehe

Mengatasi Busuk Akar

January 26, 2008 at 5:13 am | Posted in HAMA dan PENYAKIT | Leave a comment

Mengatasi Busuk Akar

Pak Indra Gunawan wrote:
Pak Zai,
beberapa aglao saya akarnya pada kempes, mungkin gak karena aglao terlalu banyak saya siram hormon pertumbuhan, tapi pupuknya kurang.

Selama ini saya pakai campuran atonik 1ml+novelgrow 1ml+metalik 1ml+b1 1ml +1 ltr air.
mohon saran dan solusi mengatasi akar kempes tersebut.

Tks
Indra-Ciledug

Pak Zainuddin Siregar wrote:

Mas Indra,

Saya pernah mengalami hal yang sama.. busuk akar.. kebanyakan karena kutu akar (root mealy bugs), terpaksa ganti media.. yang lain diberi insektisida sistemik (misalnya confidor). Kadang busuk akar karena kurangnya aerasi media.

Hormon biasa sy kasi sendiri2 mas, pemberian aja yang diselang seling..misalnya jika 2 minggu sekali, jarak satu minggu diberi vit B1 dan minggu depannya atonik. Pemberian hormon harus diikuti dengan pemberian pupuk.. saya pakai pupuk slow release osmocote (mirip decastar) agar unsur hara selalu tersedia. Saat repotting di media bagian bawah sy beri pupuk slow release sekitar 1 sendok teh. Pupuk slow release relatif aman diberi agak berlebih, karena pupuk memiliki coating yang membatasi larutnya pupuk dengan cepat..

Oya.. novelgrow kami gunakan hanya sesekali, tidak rutin.

Saran saya mas, periksa penyebab akar kempes apa ada gejala busuk, jika perlu ganti media dengan yang steril.

zai

Pak Indra Gunawan wrote:
Terimakasih Pak Zai,
mo nanya lagi pak, kalo saya mo ganti media steril, ada gak treatment khusus untuk aglao yg mo diganti media tsb sebelum direpoting ?
misalnya akar dibersihkan/direndam dengan campuran larutan apa gitu ?
Sekali lagi terimakasih Pak, sampai sekarang saya masih terus belajar dan menggali bagaimana merawat aglao yang tepat (menjinakkan aglao gitu hehehe…)

Yg aneh pak, saya gak pernah mendapati akar2 aglao itu busuk tiap kali saya periksa, tau2 akar sudah kempes/rontok.

Trus apa yang terjadi bila dosis hormon berlebih tapi pemupukan kurang.

Salam
Indra-Ciledug

Pak Zainuddin Siregar wrote:

Akar dibersihkan bagian rusak dibuang.. jika ada luka oles dengan fungisida. Jika memang ada busuk, setelah akar bersihkan dicelup sebentar dengan larutan pemutih 1 cc/liter (jangan lama).. trus di bilas dengan air bersih..

Jika konsentrasi tinggi (berlebih) hormon yang diberikan dari luar (external) berfungsi kebalikan mas, bukan mempercepat tumbuh.. malah menghambat tumbuh.. Contoh yang umum digunakan sebagai weed killer yang sukses adalah auxin 2,4-diamin. Digunakan pada konsentrasi tinggi untuk membunuh tanaman pengganggu. Auxin konsentrasi tinggi dapat menyebabkan menipisnya bahkan hilangya dinding akar (loosing cell wall), terutama pada akar yang tumbuh lebih dalam.. sering menyebabkan tanaman mudah tumbang.

Hormon pada konsentrasi rendah (berikan 1/5 dosis tertera di kemasan untuk tanaman indoor seperti aglaonema) berfungsi mempromote pertumbuhan, dengan asupan hara yang cukup, promosi berjalan lancar.. kalau ga dibarengi dengan pupuk fungsi hormon tadi ga jalan dong 🙂

demikian informasi mas..

zai

Mengatasi Busuk Bonggol

January 23, 2008 at 2:37 pm | Posted in HAMA dan PENYAKIT | Leave a comment

Mengatasi Busuk Bonggol
oleh Bpk. Gede Sudarma

Pak Bowo,
Saya kemaren (malam Rabu) juga kena busuk bonggol. Tiara 8 dn dengan 2 taring tiba-tiba daunnya letoy. Begitu saya bongkar, bonggolnya sebelah sudah agak hitam seperti habis dimakan apa, gitu. Tanpa pikir panjang, Tiara tersebut saya potong sampai bekas hitamnya benar-benar habis. 5 daun terpaksa saya protoli supaya bonggolnya agak panjang. Baik ujung atas dan bonggol bawah bekas potongan saya cuci bersih, ‘luka’nya saya kerok pakai kuku, lalu saya olesi campuran jambe + kapur sirih + anti jamur, saya kering anginkan lalu saya tanam kembali. Kalau saja bukan bonggol Tiara mungkin sudah saya buang. Tapi karena ini Tiara, ada taring lagi 2 buah, akhirnya saya tanam lagi… Nggak tahu kayak apa nanti hasilnya.
Cuman saya punya pengalaman, menanam pucuk tanpa akar dan batangnya muda (Petita, Gading Mas, Kochin dan Tiara), hidup dan tumbuh akar banyak. Sementara pengalaman lainnya, kebanyakan yang gagal adalah karena ‘over-watering’, keseringan nyiram. Yang berhasil, seingat saya, tiap hari saya kabutin medianya dan tidak pernah mengguyur media selama kurang lebih 1-2 bulanan.

Salam,
Gede Sudarma

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.