Membuat Media Fermentasi untuk Aglaonema

December 16, 2009 at 4:23 pm | Posted in MEDIA TANAM | 7 Comments
Tags: , , , , , ,

Membuat Media Fermentasi untuk Aglaonema

oleh Bpk. Gede Sudarma

Hanya sekedar sharing… aglo yang bagus bisa didapatkan apabila aglo cukup mendapatkan air. Sementara pemakaian air berlebih sering menyebabkan bakteri (pathogen) cepat berkembang biak sehingga bukan aglo sehat yang didapat tapi sebaliknya, aglonya ‘is dead’. Untuk bisa ‘bermain basah’ maka sebaiknya sih media difermentasi.

Sepengalaman saya, fermentasi media langsung dalam pot akan menyebabkan akar/bonggol bonyok karena proses fermentasi menghasilkan panas dan salah satu tujuan dari melakukan fermentasi adalah agar media tidak panas akibat proses ‘decaying’ (kalau medianya tidak difermentasi) di dalam pot sehingga akar/bonggol tidak bonyok.

Cara membuat media fermentasi (seperti pernah diulas oleh para ‘experiencers’) ada 2 cara, metode basah dan metode kering.

Metode basah bisa dilakukan dengan cara sbb:

– Siapkan media siap pakai (yang belum dicampur, tapi sudah dicuci / disaring kalau dirasa perlu)

– Rendam media didalam larutan EM4 ½ botol + gula pasir ½ kg + air kira-kira 25 liter (semakin banyak EM4 dan gula semakin cepat fermentasinya). Perendaman dilakukan kira-kira 3 minggu sampai media kelihatan menghitam dan terendam semua didalam air, tidak lagi timbul gas (awal fermentasi biasanya media mengapung karena dorongan gas akibat proses fermentasi).

– Setiap hari media diaduk agar bagian yang mengapung kembali terendam.

– Setelah 2 mingguan biasanya media sudah terendam semua, tidak ada lagi yang mengapung, lalu dibiarkan sampai 1 mingguan lagi.

– Setelah itu lalu tiriskan dan dibiarkan ditempat teduh sampai 1 mingguan sehingga media menjadi dingin, tidak lagi timbul panas, agak lembab dan buyar / tidak lengket,

– Media siap pakai

Metode kering bisa dilakukan dengan cara sbb:

– Campur media seperti yang dikehendaki atau bahasa lainnya campuran sudah siap pakai, kalau ada yang perlu dicuci ya dicuci, kalau perlu digodok ya digodok sebelumnya (disarankan media digodok terlebih dahulu) ditaruh di ember yang bawahnya sudah berlubang atau bisa juga dipakai pot besar atau karung.

– Siram dengan campuran larutan fungisida + bakterisida, lalu biarkan selama kurang lebih 2-3 hari, sampai media kembali menjadi agak kering/lembab

– Lalu siram dengan campuran larutan EM4 ½ botol + gula pasir ½ kg + air kira-kira 25 liter (semakin banyak EM4 dan gula semakin cepat fermentasinya), sampai semua media basah dan lalu tiriskan.

– Pot tempat memfermentasi media ditutup rapat (tapi jangan sampai rapat banget karena saat timbul gas bisa meleduk. Kalau pakai karung, ikat karungnya lalu masukkan kedalam ember besar dan ditaruh ditempat teduh.

– Biarkan sampai sebulanan atau lebih lama lebih bagus.

– Seminggu sekali media dibuka dan tambahkan larutan tadi untuk membasahi bagian yang kering atau kalau pakai karung, karungnya dibalik, yang atas menghadapp kebawah.

– Tandanya media sudah matang, kalau dipegang terasa dingin, tidak hangat atau panas

– Begitu media matang, angina-anginkan media untuk menghilangkan gas-gas yang timbul akibat fermentasi selama 3 harian atau lebih sampai media agak lembab dan buyar

– Media siap pakai.

Media yang difermentasi, awalnya akan mengeluarkan bau busuk seperti bau got, lalu berubah menjadi seperti bau-bau tape dan kalau sudah siap pakai akan berbau seperti humus hutan…

Tips:

– Penggunaan media apapun tetap diperhatikan sifat fisik medianya. Sifat fisik yang dimaksudkan disini adalah tidak lama basah, tdaik lama memegang air dan cepat menjadi lembab/kering. Salah satu bahan campuran yang bisa memberikan sifat ini adalah cocopeat, cocochip. Cuman pemakaian bahan ini harus dicuci, dikukus terlebih dahulu untuk mengurangi / menghilangkan kandungan (kalau nggak salah) tanin-nya yang konon bisa menghambat pertumbuhan akar.

– Jangan memakai pupuk atau zat kimia apapun untuk aglo anakan, kecuali sedikit fungisida+bakterisida.

Saat menanam juga media tidak langsung disiram, biarkan 1-2 hari agar akar kembali segar baru kemudian disiram dan selanjutnya disiram sesuai kondisi cuaca ditempat bersangkutan. Pastikan sebelum menanam aglo, akar kelihatan putih bersih, tidak ada bintik merah atau kecoklatan, bila perlu bonggol, akar dipotong sampai mendapatkan bagian yang benar-benar putih, mulus, sehat sebab kalau ada bintik merah atau coklat maka “dijamin” nggak sampai sebulan akar aglo akan bonyok. Ingat, MEDIA FERMENTASI TIDAK MENGOBATI AKAR / BONGGOL YANG SAKIT.

Demikian sekedar sharing, repot kan ? Ya jelas repot. Nah untuk itu saya sekarang nggak lagi pakai media fermentasi, namun saya kurangi pemakaian media yang mudah terdegradasi / decaying. Saya sekarang hanya pakai sekam baker dan cocopeat dan cocochip yang sudah disiram air panas serta pasir malang dan sedikit batu zeolith. Caranya, media dicampur (saat masih kering). Setelah mendapatkan komposisi yang diinginkan, saya taruh dibakul lalu saya siram air. Begitu media basah semua lalu saya tiriskan dan selanjutnya disiram lagi pakai larutan fungisida + bakterisida sampai ngocor dibawah bakul, lalu saya tiriskan. Dibiarkan sampai sehari dua hari, begitu media buyar baru dipakai. Saat dipakai media tidak langsung disiram. Baru disiram (hanya spray permukaan medianya saja sampai meresap 2-3cm) sehari atau dua hari berikutnya dengan larutan 10cc Biozon + 1 liter air atau 2cc Extreme Root + 1 liter air. Selanjut dispray 2 hari sekali dengan larutan yang sama. Begitu aglo Nampak menggeliat (kira-kira 2 mingguan) baru saya siram (tetap model spray) sampai ngocor dibawah pot. Sebaiknya tetap siram / spray dengan fungisida + bakterisida tetap dilakukan 3 minggu – 4 minggu sekali.

Nah karena sekarang saya sudah malas dan sangat malas, maka saya nyiram aglo seingatnya saja, kadang seminggu sekali atau paling cepat 4 hari sekali.

Namun demikian, baik pakai media fermentasi atau non fermentasi, tetap saja ada aglo yang bonyok dan ada juga yang sehat. Yang terpenting adalah sinar matahari dan sirkulasi udara bagus. Juga cari anakan yang sehat (bebas penyakit) dan tahan diri serta sabar untuk tidak sering-sering mengguyur dengan air ataupun memupuk. Alih-alih mendapatkan aglo bagus, justru sebaliknya… aglonya modhiarrr…

Demikian sekedar sharing, mudah-mudahan ada manfaatnya terutama bagi yang baru menghobby aglo… Satu hal yang pasti, kalau kita bisa membesarkan aglo (apapun, biar yang murah sekalipun) dan benar-benar prima, apalagi sampai mengeluarkan anakan dan bisa jadi rimbun, rasanya akan sangat RUAARRR BYASAK…. Yakind ah !

Salam,

Gede Sudarma

7 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Horeee…. setelah membaca tauziah dari bli ada bagian-bagian yg menggembirakan saya …😉 .. sangat gembira . Gembiranya .. ternyata ada yg begawan yg melakukan hal yg sama juga dgn saya .. dah saya tandai bagian yg bikin saya gembira… wakakakakak cuma memang hasilnya berbeda banget antara yg di kandang bojong dgn yg di cimanggu …

    Alasan untuk menghentikan pemakaian media permen fantasi atau membuatnya adalah

    1. repot dan ternyata cukup makan tempat kalu banyak . Di rumah saya yg sempit bener2 menyebabkan kerusuhan ..

    2. Apalagi kalau pakai sistem rendam , sudah terbukti menyebabkan gangguan terhadap keharmonisan rumah tangga.. krn selain kumendan , ternyata tetangga juga merasakan dan kebagian baunya . Makanya di rumah ada media permen fantasi yg sudah 6-7 bulan di tong belum diangkat-angkat krn tetangga sebelah rumah belum pergi berlibur .. hikss.. jadi baru mau diangkat kalau tetangga sebelah pulang kampung .. ya kemungkinan baru lebaran tahun depan bisa diangkat (tahun ini dia nggak mudik0

    3. horeee… lagi ternyata bli nyiram sampe 5-7 hari sekali.. miriipp bangeet

    cuma kok rawatan bli top top banget ya..yg di rumah ampyuuuunnn

    salam

    anton

  2. Dear Pak Gede Sudarma & Senior

    Saya Irvan Hariawan (anak baru nih hehehe..)…mo minta pencerahan…media bekasan (bekas reporting) yang sudah hanycur apakah bisa dipakai kembali dan apakah media tersebut telah terfermentasi dengan sendirinya soalnya kalo saya perhatikan fisik dari media bekas tersebut jelas terlihat seperti humus…satu lagi pak gede kalo seandainya media bekas tersebut bisa dipakai berapa lama saya harus diamkan atau istirahatkan media tersebut sampai bisa di pakai kembali atau apakah masih ada proses selanjutnya agar media bekas tersebut bisa digunakan kembali…soalnya sayang kan media tersebut kalo dibuang…Terima kasi sebelumnya.

    Salam
    Irvan Hariawan

  3. Mas Irvan… Salam Kenal,

    Sebaiknya sih setiap repotting pakai media baru. Pengalaman saya kira-kira begini…. Sama seperti mas Irvan, media kelihatannya masih okay, sayang kalau dibuang. Media bekas tersebut saya cuci dan saya saring, bagian halusnya dibuang, lalu saya pakai lagi (meski ada andamnya sekalipun. Ternyata… pertumbuhan akar aglonya lambat sekali, mungkin karena haranya kurang atau bahkan habis (tinggak ampasnya saja). Kadang bahkan sudah mengandung penyakit dan pastinya sudah bersifat asam. Tapi kalau masih tetap sayang untuk dibuang, mungkin bisa dijemur agak lama, kira-kira selama sebulanan lebih. Biarkan kena hujan panas dan setelah itu baru dipakai lagi. Maksudnya supaya sifat asamnya hilang dan bakteri didalam media membentuk kesetimbangan dengan lingkungan, jadi seperti andam yang baru ngambil dari alam.

    Kalau saya saran sih sebaiknya setiap repotting pakai media baru.

    Salam,

    Gede Sudarma

  4. Zengkyu…. zengkyu.. zengkyu zo muuuuuuacch bli hehehehehehe….

    Naaaaahhh kadang2 yang ay suka lupa menyesuaikan kebiasaan siram menyiram bli…

    Dulu pernah dpt wangsit bhw pake cocopeat en chip baggooeesss…. sedangkan waktu itu lagi semangat 45 nyiram… pagi disiram, sore disiram … eh malem pangdam ikut asik nyiram… jaaaaaahh so opkroz pade bonyoksky semua hiks hiks…

    Udah pake media permen yg sangat porous… eh patah hati… 3 bulan males ngurus, boro2 disiram, dilirik juga enggak…. sami mawon mampyuzz lagi qiqiqiqiqiqi…..

    Seperti yang Bli sudah jelaskan, pake media fermentasi itu enaknya bisa disiram tiap hari, plus kena ujan ga terlalu senewen, malah dalam 6 bulan ini ay lihat hasilnya klo pake media yg dulu2 tiap beranak paling 1 ataw 2, dengan media fermentasi anak minimal 3 malah si diana udah bertaring 5 (ini sisa2 laskar die hard yg udh dicuekkin msh survive). Op krozz lagi yang beranak yg udah cukup umur.. ay mah blum pernah ngalamin 4 daun terus muncul taring… en udah kapyok juga menggenjot kelahiran dengan aneka semprotan heheheheheheehe… soalnya udah bikin media cuapek banget (pertama kali bikin semua media diayak pake ayakan pasir, karuan kuku yg abis di manicure jadi bopak2 en asisten keluarin surat SP hiks hiks) konon klo kebanyakan disemprot menggunakan aneka racun malah bakteri baik didalam media jadi mampyuz, ga deh… mending au naturale aja yaa Bli ?

    sekarang ay pake decastar aja…. musim ujan 2 minggu sekali daun en batang disemprot pake puanmor (bukan advertisement lhowww)… ada yang kurang ga Bli ?

    regards

  5. Unie,

    Kalau masalah anakan saya kira tergantung kesehatan tanaman, bukan karena media difermentasi atau tidak. Saya dulu, sebelum kenal media fermentasi juga fungisida / bakterisida, aglonya-pun baru sebatas DC, lipstick dan tricolor… rata-rata sekali beranak belasan bahkan DC pernah beranak / bertaring 23 buah. Sampai-sampai jadi belagu, 19 taringnya dibuang biar tumbuh 4 saja supaya anaknya besar-besar… he…he…

    Namun belakangan, sampai sekarang beranaknya paling 1, 2… itupun wuonyoookkk…. hiks…hiks….

    Salam,

    Gede Sudarma

  6. Halo Bli, aglao saya tumbuh sehat (ada 12 pot), rata2 berdaun minimum 12, tapi kog ngak ada 1 taring pun yang muncul ya, padahal udah dirawat hampir 1 tahun… perlu dikasih apa ya ?

  7. ingin bertanya.. aglaonema itu dapat mencapai ketinggian berapa y? apakah dia memiliki ketinggian tertentu atau terus dapat tinggi??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: