Apakah daun menguning selalu minta korban?

February 19, 2009 at 11:20 am | Posted in HAMA dan PENYAKIT | 26 Comments
Tags:

Apakah daun menguning selalu minta korban?
oleh Bp. Senu

mohon tanya dong senior, apakah dalam peraglaoan kasus daun menguning lalu rontok disana sini sehingga aglao tidak indah lagi menjadi menu wajib, kudu dan harus ada selalu saja ada 10 % yang seperti itu ….

apakah ini tumbal atau jumlah minimal yang kudu dikorbankan atau tidak lolos obat anti kuning, media basah, antibakteri dll
bagaimana menekan supaya 1 % saja atau malah 0 %

mohon bantuannya dan petunjuk
saya doakan aglaonya beranak pinak

terima kasih
senu

26 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sekalian nambah pertanyaan neh, apakah daun bercak2 kuning itu termasuk penyakit leaf rust? Pencegahannya dgn apa ya?

    Salamnambahmumet

    Henri Wijaya

  2. hanya shering pengalaman mas Henri…beberapa waktu yll kan aku juga punya masalah daun menguning shinta…..daun terus rontok…dari sekitar.. 9-10 daun…sekarnga tinggal 2 daun termuda…. tiba-tiba menguningnya dan kerontokannya berhenti….saya cek lagi ke akar…kelihatannya juga masih normal…sekarang kondisi stag di 2 daun..gak menguning..tapi juga gak keluar kuncup….tapi sayangnya sampai sekarang saya juga gak tau kenapa dan mesti saya apakan……..ya akhirnya tak diemken aja…
    Mudah-2an kali ini ada yang berkenan memberikan pencerahan…..

    salammengharaplagi
    adji

  3. Pak Agus dan Mas Henri,

    Saya hanya mengingat kan bahwa sy pernah memposting tentang penyakit daun yang menguning secara pelan pelan, satu persatu yang lama lama menjadi kuning semua dan rontok. Setelah di bongkar ternyata akar sehat dan warna putih. Ganti media,…..seminggu lagi ..eh daun masih ada yg kuning lagi. Setelah sy seprot pakai kapur sirih penyakit kuning daun terus berhenti.
    Salam kapur sirih,
    pakde poer

  4. yesss…betulll..sekali mas Heri….sekarang saya lagi coba ngetrapin resep itu…mudah-mudahan segera muncul daun barunya… tks.

    salamlaginyoba
    adji

  5. oh kapur sirih coba ahhh

    tks pak

  6. Jangan tebal tebal ya pak. Nanti stomatanya semua tertutup dengan kapur sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik.

    Salam, pakde poer

  7. mas Heri..tambahan…setelah saya semprot….terus tak diemkan aja…sampai sekarang…apa perla ada treatment lagi/yang lain…atao mungkin sampai berapa kali nyemprot…

    salam
    adji

  8. pakde adji, bagaimana cara membuatnya? perbandingan kapur sirih dan airnya ?

    salam
    &
    * kemarin ke pasar, ada kemenyan ane sangka kapur sirih…..

  9. he..he..saya ngawur mas..hanya 1 sendok teh..campur air kayaknya kurang dari 1 liter…gak tau bener opo ora…

  10. oh iya ya…aku malah gak ngeh…sekarang yang saya lakukan karena batang jadi panjang kayak phon kelapa…sekalian tak cangkok aja..untuk numbuhkan akar..dan sapa tahu cakilnya ikut numbuh..he..he.. ngawur eneh ki yo percobaannku… Oh iya untuk cangkuk aku menggunaka media cocopeat murni..tak basahain EBi…

    salam
    adji

  11. pak Adji, mas Dodi dan yg memerlukan.

    Ini adalah resep yg telah sy pergunakan untuk menanggulangi penyakit daun yg menguning dan mengering secara bersamaan.
    1.. Endapkan kapur sirih satu sendok makan ke dalam 1 gelas air dan diamkan selama 24 jam fungsinya agar kapur cukup dingin.
    2. Buang airnya dan ambil setengah sendok endapan kapur dicampurkan ke 2 liter air kurang lebih.
    3. Semprotkan secara merata keseluruh permukaan daun bolak balik (baik daun yg sakit ataupun yg masih sehat).
    4. Biarkan mengering diseluruh permukaan daun…daunnya cantik dengan warna putih.hi hi hi hi.
    5. Penyiraman atau pengkabutan daun dilakukan seperti biasa.
    6. Setelah 4 hari daun di bersihkan / di lap dengan air sampai bedaknya hilang.
    7. harus dilap krn daun yg sudah sembuh dari penyakit kuning daun bisa layu karena permukaannya tertutup kapur.

    Itu sudah saya coba dan lakukan tidak hanya untuk daun ayu tetapi juga daun yg sehat dan ternyata sampai sekarang masih sehat walafiat saja. Mudah mudahan dapat bermafaat. Kalau tambah layu mohon dimaafkan dan resiko di tanggung penyemprot….Mau di campur kemenyan sedikit seperti saran mas Dodi boleh kok
    Salam kapur sirih,
    pakde poer

  12. trima kasih sekali pak, malam ini saya coba
    cari kapur sirih dimana ya udah pada tutup ….

    senu

  13. pakde poer… makasih banyak atas sharing pengalamannya. berguna sekali untuk nubie seperti saya ini…

    salam
    &

  14. Pak De, apa kapurnya tidak menghambat saluran Sprayer-nya ya…??

  15. kapur sirih biasanya dijual di pasar basah, biasanya di lapak bumbu masak, dan dibungkus kantong plastik kecil, ditempat saya perbungkus seribu perak,

    salam,
    mt

  16. Pak R Hutapea,

    Tidak menghambat spayernya pak, karena sudah diendapkan semalaman dan yg diambil hanya permukaannya saja yang sudah sangat lembut seperti bedak cair. Kalau belum halus di gerus halus pakai ujung sendok.
    salamsendok

  17. wuaduh…salah total to coroku…ST sih ya……makasaih buanyak mas Heri atas pencerahannya….untung ya tadi mas Dodi nanyain caraku treatmen…hua..ha…jadu mualu akyu….

    salam
    adji

  18. Waaah Pakde Poer memang innovative nih…. Terimakasih pak

    salam sendok juga kalo begitu…

  19. Pak Adji, masalah daun menguning ini sepertinya merupakan penyakit jenis baru kali ya? Banyak para aglaover mengalami kasus seperti ini dan tidak tahu bagaimana harus mencegahnya. Sampai saat ini saya masih penasaran dengan daun menguning dan rontok ini ,karena hampir semua koleksi saya yg terdahulu ludes gara2 masalah ini.
    Barang kali Para Senior bisa membantu.

    Salampenasaran

    Henri Wijaya

  20. iya betul…tobat juga klo dah kena kayak gitu…mudah-2 resepnya mas Heri dengan kapur sirihnya dapat mengatasi ini….. Dulu saya banyak masalah dengan akar/bonggol lonyot..sekarang masalah ini sudah mulai bisa saya kendalikan…. masalah yg masih tak adepi…nganakke aglao…. Ada resep yang katanya manjur…jemur tuh aglao… tapi posisi kandangku sing gak mendukung…he..he..kandang madep ngulon…. Mau diputer mandep ngetan…dah gak punya lahan….jadi yo….”nrimo ing pandum aja lah..”..he..he

    salam

    adji

  21. Pak R.Hutapea, pak Adji mas Dodi dan yg memerlukan,

    Sebenarnya jujur saja, semua itu saya lakukan setelah segala obat untuk tanaman dan semua antibiotik sy coba sampai antibiotik untuk manusia juga sudah dicoba ehhh bukan sembuh….. malahan tambah banyak daun yg kuning alias tidak berhasil. Frustasi pokoknya. Iseng iseng, saya coba dengan kapur sirih dan berhasil sembuh. Mudah mudahan aglao jadi sehat semua…
    Selamat Mencoba.

    Untuk Koleksi yg Pirang mereka bilang sudah menyerah dan minder untuk di bawa ke Cibubur

    salam-minder pakde poer

  22. yess thanks alot bro..saya juga dah gak tau mau diapain tu shinta setelah saya salah mbedakin…nanti tak coba treatment lagi dengan versi yang benernya….mudah-mudahan shinta sayang..shintaku malang..belum ngambek gak mau tampil lagi…

    salam
    adji

  23. Semalem saya lihat Lusiana 1 daunnya kuning…berarti bukan daun tua… karena langsung ngeblok kuning dalam 2 hari.
    Penasaran tadi siang aglo dibongkar……ujung2 akar kelihatan mulai transparant kira2 1-2 mm, sesudah dicuci bersih….kelihatan dibatangnya ada bulatan coklat sebesar biji ketumbar warnanya coklat. Sekilas kelihatannya seperti calon anakan atau calon akar baru…tapi waktu dicongkel ujung kuku….lembek dan ternyata mulai membusuk disana. Waktu di korek..busuknya didalam lebih membesar….mungkin lebih tepat..menggelembung didalam.

    Sebetulnya ada 1 pot lagi..yang lebih duluan bermasalah seperti itu…dan sekarang semakin parah…sudah 5 daun jatoh. Karena aglo murmer …saya belum bongkar. Mungin besok saya mau bongkar buat ngeliat apa problemnya sama seperti Lusiana.

    Semoga info ini bermanfaat.

    Salam, Y

  24. Penyakit yang menyerang aglo teh Yenni berbeda dengan yang menyerang Aglo pak Adjie.. yang menyerang aglo teh yenni itu penyakit busuk akar, sementara yang menyerang aglo pak Adjie itu hama.. sangat kecil.. namanya tungau alias spider mites.

    Gejala serangannya persis sekali…. saya dulu pernah warning bbrp temen2 aglo ttg hama nyebelin satu ini.. untuk2 aglo2 lokal yang bagian belakang daunnya berwarna merah.. hana ini susah dilihat.

  25. Terimakasih mas Faries klarifikasinya.
    Mas Faries….boleh dong di posting…gejalanya, bedanya dengan busuk akar atau penyakit lain yang serupa,cara memeriksanya dan bagaimana penanganannya biar bisa menjadi tuntunan buat teman2 kalau menghadapi masalah ini.
    Mungkin mas Faries masih ingat pembicaraan kita waktu di Cinere ??

    Makasih banyak.
    Salam,
    Yenni

  26. Nah ini yang saya tunggu2, terima kasih Teh Yeyen. Saya tuh penasaran banget pingin tahu penyebab masalah daun kuning ini. Nanti klo udah bongkar pot yang lain mohon dishare ya hasil investigasinya.

    Salamngarepinfolanjutan,

    Henri Wijaya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: