TEKNIK PERBANYAKAN VEGETATIF BEBERAPA AKSESI AGLAONEMA

November 5, 2008 at 3:37 am | Posted in PERBANYAKAN AGLAONEMA | Leave a comment

TEKNIK PERBANYAKAN VEGETATIF BEBERAPA AKSESI AGLAONEMA
MENGGUNAKAN SETEK MATA TUNAS TUNGGAL DENGAN BATANG TERBELAH
Laily Qodriyah1 dan Agus Sutisna2

1Teknisi Litkayasa Pelaksana dan 2Teknisi Litkayasa Nonkelas pada
Balai Penelitian Tanaman Hias, Jalan Raya Ciherang, Segunung, Pacet,
Cianjur 43253, Kotak Pos 8, Sindanglaya, Telp. (0263) 512607,
Faks. (0263) 514138
Buletin Teknik Pertanian Vol. 12 No. 2, 2007 75

Aglaonema atau lebih dikenal dengan nama Sri Rejeki merupakan salah satu tanaman hias berdaun indah yang sangat populer di Indonesia. Melejitnya harga aglaonema beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa para pencinta tanaman makin melirik kepada jenis tanaman yang memiliki daun indah, tidak hanya yang berbunga indah dan beraroma wangi saja (Budiarto 2007).
Aglaonema berasal dari daerah Asia beriklim tropis, dan tersebar dari Cina bagian selatan, Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia hingga Filipina (Leman 2004). Di habitat aslinya, tanaman ini hidup di hutan di bawah tegakan pohon yang terlindung dari sinar matahari langsung (Trubus 2006).
Aglaonema diklasifikasikan ke dalam famili Araceae bersama-sama dengan anthurium, philodendron, dan diefenbachia (blanceng). Genus Aglaonema memiliki lebih 80  spesies dengan tempat tumbuh menyebar dari dataran rendah hingga medium. Hingga kini beberapa ahli memperkirakan masih banyak spesies-spesies alam dan varian-varian aglaonema yang belum ditemukan dan diketahui deskripsinya (Nicholson 1969).
Aglaonema dapat diperbanyak dengan menggunakan biji, anakan, dan setek batang. Pada skala komersial, setek batang merupakan cara perbanyakan yang umum dilakukan.
Para petani biasanya memperbanyak tanaman dengan cara memotong batang sepanjang 3-4 cm. Potongan batang yang memiliki 3-5 ruas ini kemudian ditanam dengan posisi horizontal hingga tumbuh tunas. Selanjutnya, tanaman baru dipindahkan ke dalam pot (Andrianto dan Indarto 2004).
Namun, dengan cara ini tunas yang tumbuh hanya berkisar 1-3 tunas dan tidak seragam (Siar et al. 2002).
Batang aglaonema berbentuk silinder berbuku dengan mata tunas terdapat pada setiap ruas. Menurut Budiarto (2007), setiap mata tunas tidur ini berpotensi tumbuh menjadi tanaman baru. Selain respon genotipe, perubahan dominasi apikal selama masa penyetekan dan umur batang/tunas juga
mempengaruhi pertumbuhan setiap mata tunas. Percobaan bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan mata tunas tidur beberapa aksesi aglaonema menggunakan setek batang mata tunas tunggal dengan batang terbelah.

Selengkapnya silahkan download di sini : Perbanyakan Vegetatif Aglaonema

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: