Golden Wave

September 18, 2008 at 11:54 am | Posted in Golden Wave | 2 Comments
Tags:

Golden Wave


Golden Wave

Nama : Golden Wave
Indukan : –
Penyilang : –
Negara Asal : Thailand
Tahun Release : –
Image Source : Bpk. Sunarso, Lampung
Asal Nama : Aglo ini diperoleh dari salah seorang teman importir aglo Thai di Bandar Lampung. Kondisinya pada waktu itu cukup memprihatinkan, daun lunglai, pucat dan beberapa batang/daun bonyok di serang bakteri — maklum baru beberapa hari bongkaran cargo. Gak tau kenapa saya kok tertarik pada aglo ini pada waktu itu. Tanpa perjuangan yang cukup berarti akhirnya aglo ini dapat dibawa pulang. Tiba dirumah, daun dan batang yang bonyok dibuang — wah, sedih juga karena hampir 7-8 daun yang perlu dibuang. Setelah disemprot anti bakteri dan jamur kemudian diletakkan disalah satu sudut yang notebene bukan ‘center of interest’ saya di halaman belakang rumah.

Dua bulan berlalu, dengan perlakuan yang tidak terlalu istimewa — bahkan hampir terlupakan — aglo tersebut tetap setia ditempatnya hingga pada akhirnya pada suatu hari tepatnya pada hari minggu kemarin ketika Bandar Lampung diguyur hujan seharian, saya melihat ada keindahan yang tampak dari aglo yang nyaris terlantarkan ini. Warna keemasan timbul, memberikan nuansa berbeda diantara sederetan aglo yang berjejer yang sebagian besar di dominasi oleh warna hijau dan merah. Dengan sedikit berhujan-hujan saya ambil dari tempatnya.. Saya pandangi. Mmmmmmm … lumayan lah. Tanpa menunda waktu lebih lama akhirnya — seolah merasa bersalah —– saya bersihkan dan keramasi … dan alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan (setidaknya bagi saya dalam 2 hari ini aglo inilah yang dapat mencairkan kejenuhan).

‘Golden Wave’, itulah nama yang saya sematkan pada aglo yang oleh pemilik sebelumnya belum diberi nama. [Bpk. Sunarso, Lampung]

Deskripsi: daunnya didominasi dengan warna keemasan, tangkai daun pendek, daun tidak begitu besar dan dijumpai adanya liukan/lekukan yang dalam seperti gelombang pada ujung ataupun tengah daun.

Cleopatra

September 16, 2008 at 10:28 am | Posted in Cleopatra | Leave a comment
Tags:

Cleopatra

Cleopatra

Nama : Cleopatra
Indukan : –
Penyilang : –
Negara Asal : Thailand
Tahun Release : –
Image Source : Bpk. Zainuddin Siregar, Medan
Asal Nama : –
Deskripsi: –

Treassure of Siam

September 13, 2008 at 7:56 am | Posted in Treassure of Siam | Leave a comment
Tags:

Treassure of Siam

Treassure of Siam

Nama : Treassure of Siam
Indukan : –
Penyilang : –
Negara Asal : Thailand
Tahun Release : –
Image Source : Bpk. Didin Abidin, Jakarta
Asal Nama : –
Deskripsi: –

Agloholic

September 10, 2008 at 12:20 pm | Posted in CARA BERTANAM DAN PERAWATAN, OPINI | 1 Comment
Tags:

Agloholic…

Ibarat merokok, awalnya hanya sekedar coba-coba… pueehhh… pahit amat
(rupanya tembakaunya ketelen), next… sambil cengangas-cengenges bergaya
ala the changcuters didepan cewek-cewek berseragam putih abu, ae lop yu
bibeh… geulis pisan euuyyy… pahit sedikit ditahan-tahan, nyedot dari
mulut keluar pol dari hidung sampai bulu hidung hangus kecoklatan (bila
perlu keluar asep dari telinga), uhuk-uhuk… batuk ‘like hell’, muka
bengkak, mata sembab menahan perih dan ‘seedling’ serasa ditarik-tarik…
Lulus ‘seragam putih abu’ sudah ngebul terus bak knalpot mayasari bakti
atau truk bongkok keluaran tahun tujupulu… ndak ada orang merokok mati…
jarene wong ndablek ! Adem benerrrrrr….. HAH ! It’s my world… ndak
pernah kapok, malah ketagihan…

Awalnya dece, pos, butterfly, paramruay… standard, terjangkau oleh kocek
sisa belanja sayur-mayur di pasar tradisional, ndak pakai ribut, ndak
perlu surat ijin dari ‘pentagon’. Lalu besoknya sudah mulai bisa
membedakan yang burik, yang mbatik, mana lokal, mana thai . Lusa… burik
lokal, kochin langka, aglo atu-atunya, harga nomor sekian… Satu bulan
tujuh hari setelahnya sudah Rindu ama Gadis pingitan, Tiara, Widuri,
Alicia, Arini, Paulina bahkan menghayal bisa memeluk Ken Dedes dan Dewi
Ratih … ck…ck..ck… bonek, bondo nekad… pokok asal mahal dan langka, biar
ijo royo-royo… wong liyo ra nduwe…ben…. Satu Gadis nggak cukup, iler
masih suka netes setiap ngeliat ada yang lebih menor, mata seolah-olah
sudah tidak terkalibrasi, mode midnight shoot always ON, barang bagus
ndak ada yang ndak kelihatan. ‘Perang barata-yuda’ dimulai,
kebohongan-kebohongan bermula dari sini, istri tidur telentang tanpa
benangpun nggak peduli… just don’t care… terribly sorry… masih lebih
asyik ngelus-elus si Gadis atau mengusap-usap Hot Lady dan yang Sexy
Pink… anak-anak pada mengeluh (meski dalam diam)… ndak ada lagi
week-end… you’re freed to do anything, kids… dunia kita masing-masing…
begitu kejamnya dunia. Istri selalu tersenyum namun bathinnya merintih
perih… tersisih oleh klangenan what so called AGLAONEMA.

Kecemplung di aglo… uang habis jut-jutan bahkan mungkin em-eman (kalau
dibelikan bayem dijamin cukup buat nyangonin orang se kecamatan), untung
gak sebrapa, ruginya banyakbrapa…

What are you going to search for, buddy ? Long answer to a short
question… selalu ndak bisa memberikan jawaban yang lugas, singkat,
ringkas, jelas, tegas, masuk akal dan bisa diterima logika… (not even
till date).

Sudah telanjur kecemplung kenapa nggak sekalian basah aja….. ra nduwe
duwik, duitnye kagak gablek, dak ado hepeng, no money no-dong… no work
no-ngkrong…

Back to agloworld…
Kepala bak ngikutin putaran odong-odong, geleng-geleng terus saat
melihat dece tetangga yang rimbun, banyak anakan… media dari kita, pot
dari kita, epriting dari kita bahkan ditarok diluar ‘gak keurus’, hujan
panas gak kenal pupuk, cuman sesekali disiram kalau pas media kering
bianget. Tapi kok ya bisa anakannya banyak (memang nggak mulus siiyy…
seperti layaknya taneman dirawat) sementara punya kita sudah ko-it
duluan… ya jelas bisa dong… Kalau diibaratkan anak kecil maunya permen,
dia itu tidak dikasih permen, tidak juga dikasih yang lainnya, in short…
tidak dikasih apa-apa dan juga tidak diapa-apakan. Sementara kita ini
mau ngasi si anak kecil jamu brotowali (yang pahitnya sampai keubun-ubun
berasa sampai tiga hari tiga malam) yang menyehatkan (menurut kita)
sehingga si anak kecil lari terbirit-birit ketakutan, nyemplung got dan
is dead… I learned a lot, but the more I learn the more I don’t know.
Suerrr… moemet dewe…..

Apakah kita sudah terjerumus menjadi Aglaoholic ?

Continue Reading Agloholic…

Betty Bob

September 9, 2008 at 1:57 pm | Posted in Betty Bob | Leave a comment
Tags:

Betty Bob

betty-bob-apr09

Nama : Betty Bob
Indukan : –
Penyilang : –
Negara Asal : Thailand
Tahun Release : –
Image Source : Bpk. Pramono, Jakarta
Asal Nama : –
Deskripsi: –

Jasmine

September 6, 2008 at 9:03 am | Posted in Jasmine | Leave a comment
Tags:

Jasmine

Nama : Jasmine
Indukan : –
Penyilang : –
Negara Asal : Indonesia
Tahun Release : –
Image Source : Bpk. Henry Biantoro, Jakarta
Asal Nama : Tanaman ini awalnya dinamai Gabriel oleh alm. Frans, namun karena nama itu sudah telanjur dipakai untuk hybrid lokal yang lain, nama Jasmine disematkan untuk aglao ini oleh Bph. Henry Biantoro.

Deskripsi: Secara bentuk dan corak daun mirip Widuri, namun lebih kecil. Warna merahpun, walau terang tak sepekat Widuri. Kesan yang didapat, cantik. [by Bpk. Gatot]

Secangkir Kopi Hangat untuk Hobiis Pemula

September 5, 2008 at 4:39 am | Posted in CARA BERTANAM DAN PERAWATAN, MEDIA TANAM, OPINI | 6 Comments

Secangkir Kopi Hangat untuk Hobiis Pemula
oleh Bpk. Gede Sudarma, Jakarta

Apa bedanya antara…
– kemalingan aglo koleksi dengan
– aglo mati busuk atau
– beli aglo berkelas (baca: gengsi) dengan harga tinggi lalu dalam kurun waktu singkat harga terjun bebas dari langit ketujuh, drop mendekati harga sere / seledri di pasar kampung atau
– nggak bisa beli aglo idaman sampai kerah baju basah terus tiap liat aglo menor atau
– sekalinya bisa beli namun mulut ‘mak direktur’ bak peniup seruling ndangdut alias monyong terus ?

Dunia hobby, dunia ‘irrasional’ yang terpaksa dirasionalken demi mudahnya ngetung dapetnye berape lepasnye (baca: ruginye) berape, berape puun kali berape total ruginye berape… si Anu meninggal gara-gara kena serangan jantung… rugi sekian em gara-gara aglo, si Ana ndak pernah bisa tidur nyenyak sejak ngambil Arjuna, Si Ani uring-uringan terus gara-gara Ruby-nya dimakan Kura-Kura, Si Ano brantem mulu ame bininye gare-gare suke Rindu ame Gadis, etece…

Dengan niat ‘do something good for else’ (nak ana ma’sut laen, huerrr…), saya ingin sekedar sharing tentang pengalaman saya merawat aglo sejak lima tahunan lalu. Memang belum terlalu lama dibanding kolektor-kolektor kelas kampiun yang sudah dijadikan acuan dibuku-buku yang bahkan ‘nafas’nyapun selalu didengar (baru hidungnya kembang-kempis, belum ngomong… sudah ditulis sama wartawan, ancene pernyataan yang tepat en akurat) atau rekan-rekan kolektor, grower anggota milist AI yang terhormat (peace man…!), apalagi dibanding petani / pedagang kaki lima yang mungkin lahir, tumbuh rambut dan botax diantara semak-semak tanaman sri rejeki.
Namun dalam kurun waktu yang singkat ini rasanya (bukan saya bermaksud takabur) saya pernah mengalami masa ‘ancur-ancuran’ dalam merawat aglo, mulai dari bonggol / akar / daun busuk, akar / batang coklat, batang kopong, batang ‘njeglek’, batang / daun lonyo sampai akar batang daun lenyap tak berbekas alias digondole karoe malinge… kamprete !, dari DC sampai SP, dari Arjuna / Srikandi sampai Romeo / Juliet. Pun sebaliknya, saya pernah mengalami masa-masa ‘kedigjayaan’ dimana ‘tongkat kayu dan
batu jadi tanaman’, rasanya kok begitu mudahnya merawat aglo, setiap tancep… jrot-jrot-jrot jadi aglo ‘contest form’ (meski harga jualnya kemudian jauh dibawah harga beli saat masih anakan dulu) dan setelahnya lalu modiarr.. yo ben… wis gak enek regane… Suasana hati sangat ‘fluktuatif’, span-nya tingi, kadang merasa seperti petani paling hebat di dunia (Bojonggede, red) melihat aglo segar bugar, seolah dada dada… dan berujar… selamat pagi pak de, selamat sore pak de… sementara besoknya hati ini benar-benar merasa gak pede blaszs… kala membongkar SP akarnya gundul bahkan bonggolnyapun sudah tiada, herannya kok daunnya nggak njeglek… dasar penipu…
Hampir semua media yang pernah kita kenal pada umumnya ataupun yang nggak umum yang jarang kita kenal pernah saya pakai. Pakis, sekam bakar, sekam mentah, andam, e’ek embek baik yang sudah jadi tanah ataupun yang masih ‘glondongan’, kotoran kelelawar (kalau yang ini kayaknya belum deh… baru ide), kaliandra, pasir malang, pasir bangunan (semua sudah diayak), daun bambu, cocopeat, cocochip, arang batok, arang kayu, pecahan bata, pecahan batako, pecahan genteng, tanah sawah, tanah merah / coklat / hitam, gabus / styrofoam … sampai pada pupuk moderen made in dalem negri sampai dari bawah planet, be-satu, growmore, super thrive, hyponex, gandasil, osmocote, dekastar, atonik, metalik, extreme root, extreme growth, bao-de, ‘viagra’, root-up, quick grow, biozon, similikiti, weleh weleh, capek deh… blender gak lagi dipakai nge-jus buah, rusak gara-gara buat nge-gerus taie-kambinge… binie sewote… malem-malem begitu kumendan tidur kita mengendap-endap bak orang mau selingkuh, nggodok media sambil mulut ngepul terus kayak sepur taun dodol, aduk-aduk layaknya mengaduk cairan bijih emas yang siap dicetakdan menghayal besoknya punya kumpeni sekelas deBeers… atau minimal jadi saingan Wijaya… the art of the garden… kadang sampai jam 2 pagi masih cuci-cuci media atau sekedar ngelap-ngelap daun, spray-spray tipis (padahal jam ½ tigaan sudah harus diangkut sama malingnya)… UEDIAN TENANAN !
Sekali lagi ini hanya pengalaman saya bergila-ria dengan aglo… atas nama hobby (meski terpaksa banyak bohong sama bini), ditempat saya, dengan kondisi lingkungan alam Buitenzorg (Bogor), tepatnya di BSD (Billabong Sonoan Dikit alias Pura Bojonggede), air sumur fresh (kalau diminum benar-benar bisa menghilangkan dahaga), cukup panas namun sering hujan (Bogor hanya mengenal 4 musim – musim mendung, musim hujan, musim banjir dan musim kawin…he…he…), tempat sempit, sinar matahari terbatas
(11AM-14PM), angin hanya mengandalkan exhaust fan (kalau PLN nggak ‘njeglek’). Di tempat lain mungkin akan berbeda bahkan seratus delapan puluh derajat. Jadi ini sifatnya hanya ’emperis’, ‘gak elmiah blasss…’
butuh diverifikasi, dikoreksi… dan bila perlu boleh kasi komisi (…asal jangan bonggolan dece!) untuk mungkin kedepan bisa dijadikan sekedar buku saku untuk menghindari ‘totally damaged’ terutama untuk aglo kelas ‘benci tapi rindu’, ‘rindu ama gadis’ atau ‘mata melek otak njeglek’ (bak abis di-ka-o mat taisen).

Continue Reading Secangkir Kopi Hangat untuk Hobiis Pemula…

Infinity

September 3, 2008 at 1:58 pm | Posted in Infinity | Leave a comment
Tags:

Infinity

infinity-nov-08-mediumInfinity

Nama : Infinity
Indukan : –
Penyilang : –
Negara Asal : Thailand
Tahun Release : –
Image Source : Ibu Awie Aman, Jakarta
Asal Nama : –

Deskripsi: –

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.