Lesson Learn (dari kemalingan kemaren)

August 16, 2008 at 5:58 am | Posted in OPINI | 8 Comments
Tags:

Lesson Learn (dari kemalingan kemaren)

Saya sudah melupakan kejadian kemalingan kemaren (meski ada rasa sedih membayangkan tanaman klangenan ditaruh di karung dan entah bagaimana perawatan selanjutnya). Namun saya tetap memohon bantuan rekan-rekan milist seandainya menemukan tanda-tanda kemana aglo klangenan pergi, bisa kasi info / sms ke hape saya (0811997363). Penasaran saja siapa yang ‘membeli’ aglo saya tersebut, karena mereka ‘lupa mbayar’. Berharap aglo balik sih kecil kemungkinannya.
Semua ini demi ketenangan / kenyamanan kita bersama menghobby aglo.
Dari lubuk hati terdalam sekali lagi saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala support dan dukungan moril yang telah diberikan kepada saya. Ini telah mengembalikan semangat saya melangkah kedepan. Kemalingan adalah perkara biasa.
Yang menyebabkan nggak biasa, si ‘mister stranger’ juga telah membawa ‘hati’ kami sekeluarga. Anak saya yang cewek (masih kecil) sampai merengek dibelikan aglo lagi yang warnanya pink karena selama ini yang merah dan pink katanya punya dia. Sekarang mungkin belum bisa memenuhi keinginannya namun minimal ada beberapa aglo yang tersisa dan cukup untuk membangkitkan semangat menghobby aglo.

Lesson learn yang bisa diambil dari kejadian kemaren….
1. Si maling tahu jenis tanaman hias bernama aglo namun tidak tahu persis mana yang mahal, murah, langka, banyak… melihat yang diambil adalah semua jenis batik rona merah/pink (Termasuk Adelia, PoS, Thai Hybrids) dan aglo anakan yang mudah dijual, sedangkan beberapa yang masih lumayan jarang namun berwarna non-merah/non-pink atau lipstik masih disisakan seperti Moonlight, Lipstic Red, Mutiara, Legacy Putih, Gadis (mungkin dikira Tricolor), Jake Hanny, Srigading yang hijau (yang ada banyak pink diambil).
2. Pasang pagar yang rapat dengan bahan yang tidak mudah ditembus, digunting atau dirobek terutama untuk aglo koleksi.
3. Jangan pernah menyisakan celah lebih dari 4cm kepada si maling untuk bisa masuk atau menjarah dengan tangan / alat jepit atau memasukkan alat potong / gunting pagar.
4. Pasang alarm atau (bila perlu) cctv yang minimal bisa memitigasi kemalingan. Bisa juga ditambahkan  kaleng-kaleng berisi kerikil / kelereng yang dapat menimbulkan gaduh disekitar kita menaruh aglo. Juga  digantung kaleng-kaleng yang dapat menimbulkan suara bila kepentok.
5. Jangan pernah percaya satpam / sekuriti (dan jangan pernah percaya suara ting-ting, tiang listrik yang dipukul menandakan kondisi lingkungan aman, bisa jadi ini dilakukan si maling untuk melelapkan tidurnya si pemilik rumah).
6. Jangan pernah percaya orang asing / orang baru yang ingin melihat aglo koleksi.
7. Jangan terlalu percaya sama ketinggian pagar / tembok maupun duri-duri / beling yang dipasang diatas pagar / tembok (antisipasi juga kalau si maling menggunakan tali untuk manjat…)
8. Selalu pantau dan awasi siapa saja yang suka lewat di sekitar rumah kita.
9. Awasi juga tukang kembang, pemulung atau tukang-tukang lainnya yang sering lewat didepan rumah kita (bila perlu ambil fotonya secara diam-diam).
10. Lakukan semacam job safety / security analyses disekitar kita menaruh aglo dan lingkungan terdekat (contoh: kalau saya begini akibatnya bagaimana, dlsb).
11. Selalu waspada, berdoa dan sadar bahwa sesuatu yang ada (dalam hal ini aglo) bisa tiada / hilang.
12. Jangan pernah menyepelekan aglo murah, terlepas dari berapa harganya sebab kadang hati kita juga tertambat disitu.
13. Kalau terdengar atau terlihat sesuatu yang mencurigakan jangan langsung keluar sebab bisa jadi si maling tidak sendirian dan bawa senjata (saya sendiri sudah siapkan pipa 2 inchi sepanjang 2 m, minimal untuk ngampleng si maling)
14. Berserah diri total sama Yang Di Atas (‘air di dalam gelas tidak bisa melewatkan sampan tapi bila air segelas tersebut ditumpahkan kelaut niscaya bisa melewatkan kapal’).

Mudah-mudahan kita bisa tenang menghobby aglo ataupun tanaman hias lainnya.

Selamat menghobby aglo…

Salam,
Gede Sudarma
HP. 0811997363
dulu berburu aglo untuk dikoleksi, kali ini
benar-benar berburu aglo koleksi (yang digondol
maling)… sama-sama tantangan…

8 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Bli,

    Turut sedih begitu dapat sms dari pak henry kemarin.
    Sorry baru bisa reply sekarang.

    Thanks untuk tips nya.

    Dan jangan kapok koleksi aglo, yg di ambil kan cuma tanamannya.
    Ilmunya kan masih di kepala..

    salam,

  2. Tul Pak Robert, dan yang mahal kan ilmunya (maksudnya
    ilmu kenapa si aglo busuk maning busuk maning)🙂
    Saya hampir nggak bisa berkata-kata… masih suka
    terbayang dengan anakan aglo Super Red Legacy, aglo
    ini yang paling sering mengganggu pikiran saya, tauk
    kenapa…
    Saya kira setiap hobbyst, diantara sekian klangenannya
    pasti ada beberapa yang paling favorit, tidak
    terkecuali saya. Dan kebetulan untuk saat ini yang
    paling ‘nyedot’ hati saya ya Super Red Legacy itu,
    disamping Legacy Jumbo Daun Oval, Rindu, Gadis, Legacy
    Putih, Lipstic Red. Tiga yang pertama katut, tiga yang
    terakhir malingnya gak doyan…

    Salam,
    Gede Sudarma

  3. Diatas pagar tembok, lebih baik diberi seng gelombang dibanding kawat duri. Maling lebih takut seng dibanding kawat duri.
    Pasang lampu ber reflektor, menghadap keluar agak ke atas untuk membutakan pandangan dari luar. Posisi lampu berada di dalam pagar, bukan tepat dipagar.
    Beli alarm remote tenaga battere, harganya sekitar 100-150rb.

  4. Pak GS, mungkin perlu menambahkan DVD recorder dan kamera.
    di forum sebelah pernah bilang harganya sekitar 4-5 juta.

    salam
    &

  5. Mau menambahkan nih. Klo bisa sekalian dipasangin CCTV dan Recorder, Pak. Belum lama ini di rumah saya pasangin CCTV 2 biji + recorder + kabel cuma abis sekitar 4 jt an.

    Sekedarsaran

    Henri Wijaya

  6. Pelajaran berharga yang bisa kita petik dari peristiwa yang menimpa Bli Gede:

    1. Berhati-hati, dan melakukan pengamanan yang maksimal.
    2. Keikhlasan dalam menerima cobaan
    3. Semangat untuk bangkit kembali

    Terima kasih atas pencerahannya Bli, semoga menyadarkan kita semua akan pentingnya
    berhati-hati, bersikap ikhlas dan tetap semangat.

    salam
    poeji raharjo

  7. Boleh tahu merk nya Pak ? Apa jelas juga untuk malam hari ? Durasi recordernya berapa lama ? Minat juga nih…

  8. Pak Oy, Recordernya merk DVR 4ch type 770 + HDD 250GB (harga 1 bln lalu 3,150k). Durasi rekamnya klo di set pada resolusi standar bisa sampai 3 mingguan dan apabila penuh akan ditimpa dari awal lagi. Produk buatan china tapi cukup tahan banting kog, sy sdh pernah pakai selama 1 th nonstop sampai sekarang msh oke oke aja..
    Klo pingin tahu lebih jelas coba Pak Oy kontak Pak Umin aja, ini sy copaskan alamatnya:
    http://indonetwork.co.id/tronika/tronika.htm.

    Klo Kameranya, seandainya lokasi minim penerangan pake yg ada infra, klo lokasi cukup penerangan pake yg tanpa infra lebih cocok. Klo cameranya mumpuni, gambar sangat jelas kog Pak.

    Semoga infonya berguna.

    Salam AI,

    Henri Wijaya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: