Organik Vs Anorganik – Penyerapan Hara

August 13, 2008 at 3:05 pm | Posted in PEMUPUKAN DAN ZPT | 3 Comments
Tags: ,

Organik Vs Anorganik – Penyerapan Hara
oleh Bpk. Ganggeng Kanyoet, Yogya

Kecuali unsur C, H, dan O, unsur mineral diperoleh tanaman dari tanah/media tanam dengan keterangan sbb. :
1. Ditinjau dari fungsi dan manfaat, unsur hara diserap tanaman digunakan sebagai, pembangun struktur dasar (C,H, dan O); penyimpan energi dan transfer ikatan energi (N, S, P,); Keseimbangan muatan listrik (K, Ca, Mg); Aktivasi enzim dan transpor elektron (Fe, Mn, Zn, B, Cu, Mo)
2. Unsur hara larut dalam larutan tanah dan akan diserap tanaman dalam bentuk ion positip (kation) dan atau ion negatip (anion). Unsur N diserap sebagai kation (NH4+) atau anion (NO3-). Unsur P diserap sebagai anion (H2PO4- ) atau (HPO42-), unsur K diserap dalam bentuk kation K+, etc, etc.
3. Kontak antara akar dengan larutan tanah merupakan syarat utama proses penyerapan. Mekanisme penyerapan berlangsung secara aktif (diffusi dan pertukaran ion) maupun pasif (mass flow), dengan arah tanah – akar – batang – daun.
4. Kualitas dan kuantitas unsur hara yang diserap tanaman dipengaruhi oleh :
a. Status tanaman :
1. Jenis atau species tanaman, mempunyai kebutuhan spesifik akan unsur hara (lihat kembali diskusi terdauhulu – unsur hara – mail Mr. Zai (24 April 2007) dan Mrs Tharie (23 April 2007 )
2. Fase dan siklus hidup tanaman, mudah dipahami perbedaan kebutuhan hara antara tanaman fase muda/young – seddling, dengan fase semenjana / juvenile dan tanaman fase dewasa/adult. Perbedaan juga timbul antara tanaman tahap pertumbuhan vegetatip dengan tahap pertumbuhan generatip. Mr. GS 4610 (25 April 2007) memberi contoh gamblang, tanaman sehat, sakit, atau baru sembuh sakit tentu berbeda kebutuhan haranya.
b. Ketersediaan hara :
1. Tingkat keasaman (PH) tanah, menentukan daya larut unsur mineral dalam tanah dan berarti menentukan pula tingkat kelimpahan jenis dan kuantitas unsur hara yang dapat diserap tanaman.
2. Tingkat energi ionisasi menentukan interaksi ion yang berefek pada kelimpahan hara. Contoh K menghambat penyerapan Ca dan Mg; Ca menghambat penyerapan Cu; Na menghambat penyerapan K, demikian pula P menghambat penyerapan Fe dan Zn. Sementara NH4+ membantu penyerapan P.
3. Kapasitas tukar kation (CEC), ikut menentukan mengapa beberapa unsur tertentu lebih melimpah, mudah diserap tanaman dan mengapa unsur tertentu mudah tercuci dari dalam tanah.
4. Proses pencucian (leaching) atau penguapan, ion pada larutan tanah mudah hanyut terbawa aliran air permukaan. Sementara ion yang terikat koloid tanah tidak mudah tercuci yang berarti juga sedikit tersedia bagi tanaman. Beberapa unsur hara dalam kondisi tertentu dapat berubah dalam bentuk gas dan mudah menguap, otomatis akan mengurangi hara tanaman.
5. Aktivitas mikroorganisme dalam tanah, ada yang menguntungkan bagi ketersediaan hara, ada pula yang merugikan. Pada syarat tertentu, unsur N akan melimpah bila ada mikroorganisme yang mampu mengikatnya (fiksasi) untuk kepentingan tanaman. Namun tak jarang pula beberapa organisme justru merebut hara dalam tanah hingga mengurangi kelimpahannya. Uraian tentang mikroorganisme yang menguntungkan dapat dilihat mail Mr. Ramada Agus (19 April 2007)
6. Genesa tanah, macam, jumlah, dan kelimpahan hara tanaman, sifat kimia dan fisik tanah ditentukan asal (batuan induk atau materi asal) tanah tersebut. Tanah pelapukan (fisik, kimia, biologi) batuan, kaya senyawa anorganik. Misal batuan induk jenis basa (basaltic rock), kaya unsur hara kation basa. Tanah pelapukan biologi eks makhluk hidup, kayaa unsur yang terkandung dalam senyawa organik.
c. Kondisi Lingkungan:
Kelembaban dan temperatur, berpengaruh terhadap proses penyerapan hara oleh tanaman. Lebih 90 % penyerapan hara dilakukan secara aliran masa, yang sangat dipengaruhi proses evapotranspirasi. Disisi lain proses evapotranspirasi ditentukan oleh kelembaban dan temperatur.
Beberapa unsur tertentu juga lebih mudah diserap tanaman bila memenuhi pada temperatur tertentu. Aktivitas mikroorganisme pembantu penyediaan hara menghendaki kondisi kelembaban dan temperatur tertentu untuk dapat hidup dan beraktivitas.

Demikian untuk sementara awal diskusi – penyerapan hara. Apa yang tertulis di atas adalah apa yang selama ini saya merasa ‘telah membaca’. Mohon temans menambahi atau koreksi kekurangan dan kesalahan baca itu. Penulisan sengaja diberi nomor urut agar mudah dalam penunjukan sub topik bahasan di diskusi selanjutnya.

Untuk dewan R&D Aglaonema Indonesia, mohon sumban saran tentang berapa kebutuhan masing-masing unsur hara bagi aglaonema, agar tumbuh optimal ? Bukantah begitu Mr. GS 4610 dan pecinta aglaonema di milis ini.

Seperti kesepakatan awal, peserta diskusi hanya berhak dua kali kirim mail. Topik akan berganti setelah satu minggu tayang (hinga tanggal 4 Mei 2007). Next topic : Apa itu Bahan Organik, Kelebihan dan Kekurangannya Bagi Tanaman.

Salam
Ganggeng Kanyoet

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. terima kasih

  2. BLOG BAGUS.
    MAU TAU KULTUR JARINGAN? KLIK AJA DISINI

  3. bagus infonya, mau ujian ini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: