Media Tanam Ideal

August 13, 2008 at 3:13 pm | Posted in MEDIA TANAM | 9 Comments

Media Tanam Ideal

Turut bergembira atas kesembuhan Heng2nya pak Kajo.. horeee!…😉,…
Kita jadi seneng juga kok ngelihatnya…

Btw, saya mohon pencerahan rekans aglomania nih tentang media tanam yang ideal,
terutama untuk aglo hybrid impor seperti Lady Valentine, Laser Green dkk.

Pertama beli anakan Lady V saya repotting dengan media bawaan dari penjual + pupuk organik(kompos)
ke pot yg lebih besar. Tapi ternyata 1 daun + 1 bakal daun baru busuk berlendir.
Saya terpaksa potong daun & bongkar abis, rendam ke fungisida dan tanam lagi
dengan media 100% sekam bakar + butiran pupuk dekastar.

Sekarang sudah survived, tapi daun baru berikutnya lebih kecil, katanya berarti
kekurangan hara di medianya, bener begitu ya ?
Kira2 komposisi media apa yang steril, pas & ideal ya buat si Lady V ini?

Thanks sebelumnya.

SA,
judi

9 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Mas Judi,saya pake mediatanam ‘Growflast’ (warna
    biru)……..harganya 20 rb satu karung besar,saya
    lupa buatan mana……….saya sudah pake +/- 3 bulan
    murni tanpa campuran(langsung pake) dan hasilnya
    lumayan bagus,komposisinya menggunakan cocopeat dan
    sudah ada unsur2 vitaminnya,menurut bacaanya tanaman
    tidak usah dipupuk untuk 6 bulan kedepan

    Saya mulai mengganti media tanam tanah+kompos karena
    tanaman saya kalo repoting banyak cacingnnya,event
    kita bisa beri anti nematoda / furadan kalo ndak
    salah,saya menggunakannya untuk aglao jenis King(king
    siam lama),Green Sun,White
    stem,BJFreedman……..selain untuk aglao saya juga
    memakainya untuk media campuran Euphorbia
    milli,Anthurium,Amggur,Diffenbachia dan adenium
    saya….sampai saat ini belum ada masalah …..malah
    aglao saya tambah banyak tumbuh tunas baru dan anakan
    he3x….tanaman yang lain juga ikuta2an banyak
    ……sampai pusing tiap minggu ada aja keperluan
    untuk repoting,beli pollybag dan ngatur tempat
    he3x…….duit lagi-duit lagiiiiii

    mudah2an rekan2 yang lain mencobanya….siapa tahu
    cocok

    regards

  2. Mas,
    media tanam-ku sekam bakar + kaliandra + coopeat + perbandingan 1 : 1 : 1 dan permukaannya aku kasih pakis.
    So far so good pak.

    Ayo yg laen, bagaimana media tanamnya…

    -tobin

  3. Thanks pak Tobing, kaliandra itu humus lamtoro gung ya pak?,.. di Bekasi susah gak ya cari cocopeat+kaliandra?
    Btw, kemaren yg borong Heng2 di Kali Malang itu barangkali pak Tobing ya ? Hayo ngaku!.. hehe..😉..
    Soalnya Kali Malang kan daerah jajahannya pak Tobing ;-)…

    Bagaimana media rekans yang lain ?

    SA,
    judi

  4. kalo saya Cocopeat:arang sekam:tanah:bahan organik 1:1:2:1. Kaliandra itu nama tanaman. Pohonnya suka ada di pinggir jalan, di deket kalimalang juga ada. Bunganya warnanya merah atau pink. Daunnya mirip daun asem (seperti Mimosaceae pada umumnya) daun majemuk. Tinggi tanamannya sekitar 1,5-2m. Di kuburan Karet Bivak banyak tuh. hehehehe

    Kalo mau praktis beli aja di toko koperasi Taman Anggrek Indonesia Permai di deket TMII

  5. Kelihatannya komposisinya cukup lengkap, bahan organiknya kira2 jenis apa ya pak?
    Btw, pantesan tanaman di kuburan karet subur2, seperti plumeria dll, lha wong disana banyak kaliandra, hehe….😉,..

    SA,
    judi

  6. Dear All.
    Mengenai media tanam pengalaman saya masing-masing tanaman punya karakteristik sendiri. Donna charmen saya untuk media tanam kayaknya lebih suka yang padat (tanah + pupuk kandang). karena saya coba untuk dua media yang lebih porous (kompos+sekam+cocopit) hasilnya juga beda. Media tanam yang padat lebih segar padahal perlakukan pemupukan dan penyiraman juga sama. Media yang kurang porous (padat) butuh penyiraman rutin (pagi dan sore jika sempat). Untuk king of siam sama juga kasusnya dengan DC. Kalo saya beli di dumai yang dibawa’ langsung dari malay medianya padat semacam tanah liat + batu bata yang dihancurkan tapi tanamannya subur banget. Untuk aglo impor lainnya sih saya baru coba media yang poros (biococopit atau campuran kompos+sekam+cocopit), belum saya coba yang padat soalnya referensinya butuh yang porous, kayaknya perlu di studi dan dicoba dulu.
    Secara umum bisa disimpulkan media tanam untuk aglo lokal DC, aglo hijau + king of siam butuh padat, tapi yang impor sementara harus porous dulu sampai studi dan exp. selesai.
    thank’s
    anto’-dumai

  7. Mo’ tanya nih pak Tobing.

    Apakah semua medianya diaduk / dicampur jadi satu, atau di tempatkan :

    sekam bakar di atas, kaliandra di tengah, cocopeat di bawah …

    Mohon pencerahaannya… :=)

  8. Bukan pak…., bukan saya (heee… heee…. heee…)
    Heng2xku cuma satu mas, aku beli di flona 05.
    Kaliandra dan cocopeat juga aku beli di flona itu.
    Kaliandra itu kata yg jual berasal dari humus pohon kaliandra,
    Gimana pohonnya akupun gak tahu, mungkin sama dengan lamtorogung kali ya..
    Dan sebagai tambahan, aku pake pupuk cair B1, minyak ikan & atonik.

    sa,

    -tb-

  9. 
    Semuanya diaduk mas,
    Oh ya sebagai tambahan dasarnya aku kasih styrefoam (gabus putih).
    Ini semua atas nasehat pedagang bunga di flona 2005.

    -tb-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: