Kriteria Juara – Bab 1: Tujuan Lomba

August 10, 2008 at 5:14 am | Posted in ARTIKEL & DISKUSI, KONTES AGLAONEMA | 7 Comments
Tags: ,

Kriteria Juara – Bab 1: Tujuan Lomba
oleh Bpk. Ganggeng Kanyoet, Yogya

Sebelum melangkah lebih jauh, kayaknya ada yang terlewat.Y.i masalah TUJUAN LOMBA. Karena Mr. Dhidhie2 melontarkan gagasan adopsi penjurian anggrek, berikut lampiran tulisan Mr. B Sarwono (2002, Mengenal dan Membuat Anggrek Hibrida, Bab. 7, hal . 71 dan 72, Terbitan Agro Media Pustaka) – Foto BSarwono 1 – 3. Secara garis besar terliat bahwa ROH dan TUJUAN lomba adalah : 1) meningkatkan mutu seleksi: lombanya menyangkut penilaian tanaman anggreknya sendiri (bunga bulat, non bulat, dan bunga potong) dan 2) penghargaan perawat anggrek: lombanya lewat penilaian kesuburan tanaman anggrek.

‘Tujuan lomba aglaonema’ ? Mungkin bisa diketahui dari kondisi di luar lomba aglao sendiri. Satu, aglao Anda adalah hasil propagasi ASEKSUAL (entah kuljar, cangkok, stek jenis ini-itu, etc, etc). Teorinya, turunan propagasi cara ini punya materi genetik yang sama. Dengan kata lain, tiara, kochin, legacy dan widuri milik saya (kalau label-nya dulu benar dan tidak tertukar), dan milik Anda, secara genetik tidak beda dengan kepunyaan Mr. Oy, Mr. Dian atau Mr. Moes, etc, etc …Pendek kata, kita mengelus jagon dengan potensi yang sama untuk dikembangkan. Maka kaluk nantinya ada beda tampilan antara tiara Anda dengan kepunyaan Mr. HB, itu bukan karena masalah turunan atau genetik, tapi ….. Dua, Penampilan tiara di lomba adalah penampilan potensi genetik sesuai lingkungan tertentu dimana mereka tumbuh. Jadi …bahan genetik sama beda tampilan, pasti murni karena perlakuan dan perawatannya. Tiga, panitia lomba ndak mungkin membatasi hanya boleh ada satu jenis aglo di lomba atau tidak boleh ada aglao yang sama dalam satu lomba. Masing2 peserta boleh milih jenis jago masing2 tanpa ambil pusing peserta lain juga mengusung jagoan yang sama. Empat, peserta lomba pasti tidak bertujuan agar sexy pink atau widuri diakui juara, penginnya aglao yang di-RAWAT-nya lah yang menang (apapun jenisnya).

Jadi …. Interpretasinya adalah: lomba aglao bukan pertandingan genetik aglao tapi pertandingan lingkungan yang diciptakan perawat. Lomba aglao tidak sama sebangun lomba anggrek jenis pertama di atas. Lomba aglao pararel lomba anggrek jenis ke dua. Mesti ndak usah ganti judul, biarlah tetap disebut ‘lomba aglao’, namun ROH -nya adalah lomba merawat aglao. Lantas Tujuan lomba aglao menjadi adalah : mencari metode PERAWATAN aglao yang baik lagi benar. Atau mencari cara perawatan yang dapat memaksimalkan potensi genetik aglao.

Bagaimana itu kriteria merawat aglao yang baik dan benar ? Bagaimana penilaiannya ? Dari mana penilaian dilakukan ? Bagaimana standar dan form penilaian ? Kita bahas setelah ada kesepakatan tentang tujuan lomba aglao. Mungkin saja saya salah interpretasi. Mohon pendapat rekan2 dan senior …..

Di bawah saya lampirken juga form umum lomba anggrek untuk penilaian kesuburan tanaman agar bisa dijadikan bahan pemikiran (masih dari buku yang sama – foto Perawat). Masih ada conto form untuk kontes jenis show herder (foto Guguk)

Ganggeng Kanyoet

7 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Thanks a lot Mr GK……Ulasan mbah tentang tujuan lomba sangat menarik en sangat-sangat masuk diakal….. en this time …..I do agree with you mbah…..100%……..Hal ini yang menjadi pemikiran saya semalam ketika ngobrol bersama salah seorang kawan juga….Apa yang dapat diusung alias dinikmati dari mengoleksi…merawat……. en menyukai tanaman Aglaos…..(…karena faktor genetik praktis dapat dikesampingkan, si Aglaos an sich ya begitu saja apa adanya sebetulnya…..to my opinion…)…….

    Analisa mbah kelihatannya menjadi jawaban dari obrolan saya semalam en terus terang bisa membuat tidur saya lebih tenang en tidak bertanya-tanya lagi….So kita bertanding dalam hal merawat en menyayanginya……Sangat reel en tidak ngawang2……Tapi ini hanya pendapat saya yang sangat masih awam dalam hal nanam menanam mbah……..

    So Mr GK, I am awaiting your further opinion on criterias, please do give us something really reliable comments or proposals…….nice always to learn other’s way of thinking…..
    Tapi jangan yang terlalu ribet en compllicated ya mbah…..nanti saya tidak mudheng lagi…….he he he…..

    Salamtrims,
    Indah

  2. Hehehe…..

    Saya sedang membayangkan kalo lomba untuk “mengadu” products sifat genetis tanaman…

    Tapi setelah masuk lebih dalam lagi….hasilnya :

    ENAKAN YANG “MENGADU” HASIL PERAWATAN SAJA….

    Alasanya kalo didiskusikan jadi terkesan rumit….

    Agree ama Mr. GK for this topic..

    Salam
    Unstable Internet Connection

  3. Bung Dian dan rekans…,

    Saya kira apa yg Bung Dian jelaskan adalah benar.., lomba adalah sebuah kompetisi untuk memcari tanaman mana tg paling dalam kondisi top form dari peserta lomba. Yang menjadi kerangka acuannya adalah kriteria umum berdasarkan form penjurian yang dipilih. Form penjuriannya dan nilai nominal yg dipakai bisa saja berbeda di setiap perlombaan, tetapi , tetapi secara umum kriterianya penilaiannya tidak berbeda jauh. Lagi pula pada setiap kontes selalu ada rapat dewan juri untuk menyamakan persepsi tentang hal2 yg berkaiatan dgn sistem penilaian, bahkan sebelum pengumuman pun dewan juri selalau membuat koreksi akhir dari akumulasi nilai, terutama bila ada hal2 yang sulit ntuk diputuskan, misalnya bila terdapat 2 tanaman yg mempunyai nilai akumulasi yg sama, kriteria tambahan apa yg harus digunakan.., etc etc…..Bahwa ada subjektifitas dalam penilaian…, ya.., sangat munkin…, di lomba mana yang tidak…? Tapi faktor ini bisa di eliminir termasuk dengan akumulasi nilai dari seluruh juri, kalaupun ada protes kecil dari peserta..( umumnya protesdari yag kalah kan..? ), yang seperti ini memang selalu muncul dimanapun dan disetiap kontes apapun, apakah itu protes keras kepada dewan juri ataupun cuma sekedar ngedumel dibelakang……Saya kira kalaul memang ada kesenjangan ataupun perbedaan yg besar dan signufikan dalam hal penjurian ini.., tentu saja hal ini sudah lama menjadi perhatian meraka yg sering terlibat dalam penjurian. Kalaulah benar seperti itu keadannya pastilah sudah sejak lama hal ini menjadi perhatian mereka2 yang berkepentingan dengan masa depan aglaonema dan hubungannya dgn sitem penjurian. ( misalnya Dr Purbo. atau beberapa senior di milis ini ). Bila dianggap perlu mungkin mereka / ataupun melalui oraganisai terkait, pasti sudah membuat semacam seminar , symposium, tulisan di media, atau apapun…., untuk membuat keseragaman dalam hal kriteria penilaian dalam penjurian.

    Seingat saya Senior GP cukup dekat dgn Dr Purbo dan pernah terlibat sebagai juri dalam kontes yg cukup berkelas, dan mereka adalah orang2 yg sangat “care” terhadap perkembangan aglaonema kedapan ( termasuk senior HB tentunya ), jadi pastilah meraka yg akan berteriak duluan bila terjadi hal2 ataupun kesenjangan yg besar dalam konteks penjurian ini. Atau bila diskusi yg sudah berhari hari ini menhgahislkan sesuatu yg dianggap perlu dalam hal penjurian dimaksud.., saya yakin pasti akan meraka catat sebagai masukan untuk kontes2 kedepan. ( Tapi so far koq mereka adem2 aja ya…., he he he…) Is there any problem in this case, sir….? ( gak ada tuh bung Ical….., gak ada tuh, prefer not to say lah…, soalnya saya lagi kesengsem sama Tamara nih…hix hix hix….)

    Salamakukesengsemsamasiapaya….

    RML

  4. Bang Rishal dan Kel AI-ku,

    Saya lihat pemikiran kawan kawan dan Bang Rishal dalam diskusi sudah
    betul itu. Walau mungkin terjadi perbedaan sedikit di sana-sini,
    namun semuanya berdiri di atas kecintaan pada Aglao. Tentu tidak ada
    kata berhenti untuk belajar dan selalu ada ruang untuk perbaikan bagi
    setiap orang. Jadi kita ikuti saja diskusi para ahli di milis kita
    tersebut dengan manis tanpa harus membuat keruh, dan kita petik
    pembelajaran yang ada dengan gembira.

    Secara makro, boleh saya sampaikan bahwa kertas skore dari PFI (mohon
    ijin pengurus PFI), menggunakan pendekatan terhadap penilaian hasil
    pemeliharaan. Memang ada penilaian yang masuk aspek genetik, namun
    itu hanya mendapat bobot (weighted) yang sangat kecil, yaitu 10%
    saja. Ini terlihat dari kemenangan rumpun Siam Aurora van Magelang di
    Kontes Trubus, Parkit bulan Feb/Mar yang lalu.

    Mong omong, kapan nih kita boleh nonton koleksi Tamara di rumah.
    Memang cantik ya……

    salam, GP
    Cirendeu

  5. Terimakasih pencerahannya Pak…
    Dari kemarin2 yg kita tunggu memang penjelasan dan komentar dari senior2 di sini terkait soal kriteria dan penilaian dalam penjurian ini. Tentu saja diskusi semacam ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan, tapi untuk tidak berlarut larut yang akhirnya membuat kita tambah bingung.., makanya kita butuh penjelasan dari senior disini ( terutama senior GP yang cukup paham dalam soal penjurian ini ). Kalau dalam diskusi ini banyak teman2 yg memberi komentar dan pendapatnya.., tentu ada baiknya juga kalau ada penjelasan dari orang yg memahami dan pernah terlibat dalam penjurian seperti ini., jadi masalahnya bisa lebih jelas dan clear.
    Makanya kita tunggu komentar dean penjelasan dari para senior.., Pak GP.., termasuk Pak HB juga…., eh.., ditunggu2 komentar dari Bunyu koq gak muncul2 .., he he…., apa mungkin lagi kesengsem sama Tamara yg di Raguanan…? Kan biasa tuh.., kalau belum pindah ke kandang Bunyu, kan masih aja panasaran…, kalau di Lap banteng gak bakalan ketemu lah,. yang Blezinky juga gak bakalan kesana…, paling juga Tamara boru Nainggolan yg jualan agalo disana….. Maksudnya gitu senior…, bukan dirumah saya yg ada Tamaranya…., masih jauh deh…, kecuali dapat lungsuran dan kreditan dari Lurah Jatipadang….. he he he….

    Salam – RML

  6. Bung Rishal dan Aglaovers,

    Saya gak komentar karena gak punya pengalaman soal penjurian. Saya ini masuk group penikmat dan penggembira aja.

    Yang saya tahu, penjurian ditentukan oleh panitia atau organisasi yang mengadakan lomba berdasarkan kesepakatan bersama, jadi tiap panitia/organisasi mungkin saja mempunyai kriteria penilaian yang berbeda.

    Apapun yang disepakati untuk dinilai, menurut saya yang dinilai adalah yang tampak mata pada saat penilaian dilakukan. Misalnya penilaian perawatan, yang dinilai adalah hasilnya yang tampak mata, bukan hasil wawancara dan/atau survey oleh panitia mengenai cara perawatan yang dilakukan oleh pemilik tanaman. Bukan begitu?

    Seperti kata Pak GP, marilah kita belajar dari semua pendapat tanpa harus ngeyel atau mengakibatkan diskusi menjadi mbulet (complicated).

    Salam AI,

    Henry Biantoro

  7. Thanks Pak Henry….,

    Sebelumnya juga saya gak pernah ikutan soal diskusi kritaria dan penjurian yg sudah beberapa hari dimilis, pasif dan sekedar ikutan baca saja.

    Tapi lama2 koq ya jadi tambah ruwet dan mbulet.., he he.., makanya saya urun rembug.., mbok ya ditanyakan lansung aja kepada yg senior atau mereka yg punya pengalaman soal ini. Lha kalo yg ngeyel dan ngomomg bla bla bla.., trus gak punya pengalaman soal penjurian kan malah mbingungi.., dan cuma jadi debat kusir… Tapi memang begitulah Pak.., warna warni sebuah milis.., kadang yg njelimet, mbulet dan membuat yg baca agak2 bingung.., bisa dianggap sesuatu yg bermutu…, kalo cuma nanya kenapa daun saya koq kuning , batang bonyok, gimana caranya keramas, etec etc.., apalagi nanyanya sambil cengengesan ala kenthrung.., sepertinya bukan sesuatu yg bermutu, dan gak perlu dibahas…., he he he…

    Balik lagi ke soal kriteria penjurian Pak.., penjelasan dari senior GP plus tambahan dari Pak Henry.., saya pikir sudah cukup menjelaskan dan gak perlu bingun lagi…, Seperti kata Pak GP.., mari kita sama2 belajar.., kalau memang tujuannya mau ikut kontes. peliharalah dan persiapkan dulu aglaonya menjadi contest form….., baru ikutin ke kontes. kalau merasa ragu atau kurang sreg sama panitia atau dewan jurinya.., ya gak usah ikut. as simple as sederhana…, he he….

    RML


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: