Lak Mueang

August 22, 2008 at 2:43 pm | Posted in Lak Mueang | 2 Comments
Tags:

Lak Mueang

Nama : Lak Mueang
Indukan : –
Penyilang : –
Negara Asal : Thailand
Tahun Release : –
Image Source : Bpk. Henry Biantoro, Jakarta
Asal Nama : Heart of the Province

Deskripsi: –

Form Penjurian 2: Penjelasan

August 20, 2008 at 2:52 pm | Posted in ARTIKEL & DISKUSI, KONTES AGLAONEMA | 10 Comments
Tags: ,

Form Penjurian 2: Penjelasan
oleh: Bpk. Destika Cahyana, Jakarta

Kesan pertama: Efek visual keindahan obyek secara keseluruhan–tanaman, wadah, dan ornamen pendukung–yang muncul setelah proses perawatan dan penyelarasan obyek. Dalam konteks ini, kesan pertama sejatinya HASIL AKHIR dari serangkaian proses yang dilakukan pemilik dan disajikan dalam kontes.

Pembobotan nilai bisa dilihat pada kolom penilaian, biasa (1-10), indah (11-20), dan berkesan (21–30). Yang mesti diingat obyek secara keseluruhan artinya bukan hanya tanaman. Maka, pada kesan pertama teknik penanaman mengambil peran penting. Bentuk, ukuran, warna pot yang cocok dapat mendongkrak nilai. Begitu juga posisi penanaman dan sentuhan akhir (misal daun yang bersih dan tidak berdebu).
***

Kesehatan: Kesehatan sebuah pohon biasanya dipengaruhi oleh patogen (gangguan hama dan penyakit), kekurangan hara, dan kestabilan tumbuh (misal tanaman baru dipindah pot atau diganti media, meski tak ada serangan hama dan penyakit, kestabilan tumbuh dia masih rendah).

Skema mudahnya:
Kesehatan:
1. Gangguan kesehatan karena hama, penyakit, dan kurang hara
2. Gangguan kesehatan karena proses perawatan (pemindahan pot, pemotongan daun rusak, pemotongan batang, dsb)

Kasus yang sering muncul ialah, ada tanaman yang cacat (misalnya daun bolong dengan luka sudah kering) lalu juri secara otomatis memberikan nilai kesehatan rendah. Menurut saya itu kurang tepat, karena keringnya luka sudah tidak mengancam kehidupan tanaman tersebut. Daun bolong–yang terlalu banyak–otomatis mengurangi kesan pertama. Pada kolom lain yang lebih detail–bentuk (pada karakter spesies/hibrid)–pun sudah tak maksimal. Maka tidak adil, menurut saya, bila pada kolom kesehatan pun drop. Sebagai analogi, jari teman saya terpotong 5 tahun lalu. Meski jarinya tak lengkap, kesehatan teman saya saat ini tetap baik.

***

Karakter spesies/hibrid (meliputi daun dan tangkai): Bentuk, tekstur, warna/motif. Menurut saya ini cukup mewadahi semua tanaman hias daun. Yang diperlukan ialah pengetahuan juri tentang karakter masing-masing spesies atau hibrid tanaman daun tersebut.

***
Keserasian: Ini biasanya disebut orang sebagai kekompakkan sebuah tanaman hias daun. Kekompakkan tanaman hias daun ditentukan oleh posisi tumbuh yang tepat, dengan arah tumbuh yang tepat, dan proporsi ukuran yang sesuai.

Karena itu, untuk mendapat pohon prima sebetulnya bagaimana 1) Menumbuhkan daun pada posisi yang tepat, lalu 2) Mengarahkan daun pada arah yang tepat, dan 3) Mengendalikan pertumbuhan pada ukuran yang proporsional antar daun. Itulah yang dilakukan P Songgo yang kerap menjuarai kontes.

***

Form penjurian ini tak lagi memasukkan kelangkaan, karena yang dinilai ialah estetika sebuah tanaman hasil perawatan seseorang. Prinsip itu juga berlaku di penilaian bonsai dan adenium. Jadi, meski anda hanya punya snow white jangan khawatir, bisa saja mengalahkan hot lady (bila kelas merah dan non merah digabung atau dipilih best in show antara pemenang merah dan non merah).

Di thailand dan dunia anggrek memang ada kontes untuk para pemulia. Ini bertujuan untuk merangsang pemulia dan petani menghasilkan jenis baru.

Salam,

Destika Cahyana

Form Penjurian 1 : Perbandingan

August 20, 2008 at 2:12 pm | Posted in ARTIKEL & DISKUSI, KONTES AGLAONEMA | Leave a comment
Tags: ,

Form Penjurian (Perbandingan)
oleh Bpk Destika Cahyana, Jakarta

Buat rekan-rekan…

Memenuhi janji saya–untuk berkomentar–soal penjurian aglaonema, berikut ini beberapa form penjurian yang biasa dipakai. Soal wacana penjurian–terutama pendapat dari Pak GK dan Pak Dian–saya pikir sudah sangat representatif untuk dipakai acuan oleh para hobiis.

Berikut form yang biasa dipakai Trubus: (bobot penilaian dan komponen yang dinilai biasanya didiskusikan kembali saat briefing juri sehingga bersifat draft. Karena itu kontes bulan ini dan bulan berikutnya bisa jadi bobot penilaian berubah. Misal, kelangkaan yang tertulis 10%, bisa jadi saat briefing berubah menjadi 5%. Atau malah sama sekali tidak ada alias 0%). Trubus memilih memakai kata DRAFT karena seringkali memakai juri dari beberapa komunitas yang berbeda. Biasanya setiap komunitas punya form sendiri yang berbeda. Sehingga butuh persamaan persepsi sebelum penjurian.

Form penjurian beberapa komunitas lain pada prinsipnya sama dengan draft Trubus yang pernah diposting. Pengisian bobot nilai pun biasanya dibriefing dibahas kembali. Misal, ada tim juri yang memakai kisaran nilai 0–100, lalu panitia yang menghitung dengan dikalikan sesuai bobot masing-masing. Misal, kesan pertama nilai 80, maka dikalikan dengan 30%, hasilnya 24. Namun, ada pula yang memakai kisaran berdasarkan bobot nilai. Misal, kesan pertama 30%, maka juri langsung menilai dengan kisaran 0-30. Bila 20%, maka juri menilai dengan kisaran 0-20. Sampai pada tahapan ini, saya pikir, masih persoalan teknis dan tak perlu perdebatan panjang.

Namun, ada form penjurian–karya teman saya yang sedikit banyak mengadopsi dari adenium–yang menurut saya pribadi (silahkan dibahas karena memang belum sempurna) jauh lebih enak dipakai bagi tanaman hias daun. Baik itu aglaonema, anthurium, philodendron, bahkan sansevieria. Biasanya form ini saya pakai bila semua tim juri sepakat menggunakan form ini, misalnya saat saya menjuri di Bangka, beberapa minggu lalu.

Berikut form penjurian tersebut:

Selingan diskusi : RATING para juara

August 20, 2008 at 1:40 pm | Posted in ARTIKEL & DISKUSI, KONTES AGLAONEMA | Leave a comment
Tags:

Selingan diskusi : RATING para juara
oleh Bpk. Ganggeng Kanyoet, Yogya

Sambil nunggu banyak komen menyangkut topik kriteria juara dari rekan2 milis, ada ide lain melintas. Ilham berasal dari rencana temen2nya mr. Tomo di indoadenium dengan ‘grand champion’ (sudah terlaksana belum ya ?). Lomba adenium berseri, dimana (kaluk ndak salah) adenium yang sering menang lomba dinobatkan sebagai ‘juaranya juara’ dengan nilai tertinggi.

Seperti kesepakatan semula, tujuan lomba aglao adalah memberi penghargaan ‘perawat’ terbaik. Yang dianugerahi juara adalah sang perawat bukan aglaonya. Lantas bagaimana seandainya kepada sang perawat juga sekaligus diberi NILAI bukan sekedar piagam ?. Dari nilai2 yang dikumpulkan, bisa dibuat suatu RATING atau RANKING perawat. Harapannya nilai tersebut akan menggambarkan KAPASITAS sang perawat. Makin sering menang lomba makin keliat bahwa menangnya bukan kebetulan. Baru sekali menang lomba (meski itu internasional) bukan berarti lalu jadi ‘master yoda’. Padahal bisa jadi sat itu karena masalah ‘kebetulan’ atau lawannya memang ndak level.
Setelah mr. Dhidhie ‘mengadopsi’ penilaian di anggrek, saya usul sistem RATING di aglao bisa niru sistem ELO rating olahraga catur. Kelak misal siapa2 yang punya rating di atas 2000 bisa disebut MASTER, nilai rating di atas 2400 disebut GRAND MASTER, di atas 2600 disebut SUPER GRAND MASTER (sudah kebayang bisa nyebut Mr. Oy dengan sebutan SUPER GRAND MASTER Aglaonema).

Tinggi rendahnya rating seseorang ditentukan oleh seringnya berperan serta dalam lomba, banyaknya juara lomba yang diraih, nilai dari lawan2 yang dikalahkan, kelas lomba yang diikuti. Nilai rating seseorang bisa naik bisa turun setiap waktu, bila jarang ikut lomba, jarang menang, menang lomba tapi tidak di levelnya, etc, etc ……. Ngaku jagoan kok nilai rating aja ndak punya apa ndak malu? Pasti belum pernah lomba ya ?.
Bila tertarik mari diskusi. Cubak baca2 http://en.wikipedia.org/wiki/Elo_rating_system dulu biar gampang nyambung dan tidak berasa ‘njlimet’ diskusinya. Bagi ‘keluarga2 lain’ yang ada di milis aglaonema@yahoogroups.com kami undang untuk berdiskusi. Bila COCOK, monggo pakai saja hasil diskusi ini. Manfaat yang sudah terbayang adalah : makin menambah keinginan seseorang untuk berlomba. Alasannya ? Nanti kalau diskusi sudah dimulai akan ketahuan betapa menariknya sistem ini. Seandainya tidak ingin turut serta berdiskusi juga ndak masalah kalaupun nantinya akan mengggunakan hasil diskusi kami. Coz ini sejalan visi dan misi milis yang hendak menggairahkan dunia aglao, tanpa pandang bulu dari kelompok mana berasal ……
Partispasi rekan2 yang seneng ‘statistik’ dan tahu seluk beluk penilaian di PERCASI atau FIDE sangat diharapkan. Mr. Windarji, Mr. Anas, Mr. Dian, Mr. Oy etc, etc mohon siap2 ditanyain cerita sejarah jalannya lomba, mohon bantuannya ……

Ganggeng Kanyoet
Saatnya kita sumbangkan KECERDASAN kita untuk aglao

Foto-foto Aglo Yang Hilang

August 17, 2008 at 8:31 am | Posted in BERITA | 8 Comments
Tags:

Foto-foto Aglo Yang Hilang

Dear Rekan Aglaovers,
Berikut beberapa foto aglo yang hilang yag sempat saya ambil fotonya beberapa hari sebelumnya. Mungkin fotonya ada yang doubel karena saya asal copy-paste.
Ada kurang lebih separoh lagi yang kebetulan belum diambil fotonya satu-satu.
Barangkali rekan-rekan bersedia menyebarkan fotonya, terima kasih banyak sebelumnya.
Setelah dilakukan pengecekan, beberapa nama-nama aglo yang hilang (yang agak lumayan, seingatnya…)
Sexy Pink (1)
Tiara (6)
Widuri (1)
Widia (1)
Moonlight (1)
Legacy (24)
Sweetheart (1)
Pincut (1)
Juliet (1)
Reina (1)
Srigading (1)
Dolores (2)
Aditya (1)
Stardust (3)
Treasure of Siam Merah (1)
Angelina (1)
Lemonade (1)
Debora (1)
Gabriella (1)
Super pride (2)
Pink Nayla (1)
Jaguar (1)
Grace Pink (1)
Adelia (2)
JT2000 (2)
Pearl (1)
Yang lainnya lupa (lokal dan Thai hybrids)
Rata-rata yang mbatik, brintik ada merah / pink…

Salam,
Gede Sudarma
0811997363

Aglao hilang 1

Aglao hilang 2

Aglao hilang 3

Lesson Learn (dari kemalingan kemaren)

August 16, 2008 at 5:58 am | Posted in OPINI | 8 Comments
Tags:

Lesson Learn (dari kemalingan kemaren)

Saya sudah melupakan kejadian kemalingan kemaren (meski ada rasa sedih membayangkan tanaman klangenan ditaruh di karung dan entah bagaimana perawatan selanjutnya). Namun saya tetap memohon bantuan rekan-rekan milist seandainya menemukan tanda-tanda kemana aglo klangenan pergi, bisa kasi info / sms ke hape saya (0811997363). Penasaran saja siapa yang ‘membeli’ aglo saya tersebut, karena mereka ‘lupa mbayar’. Berharap aglo balik sih kecil kemungkinannya.
Semua ini demi ketenangan / kenyamanan kita bersama menghobby aglo.
Dari lubuk hati terdalam sekali lagi saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala support dan dukungan moril yang telah diberikan kepada saya. Ini telah mengembalikan semangat saya melangkah kedepan. Kemalingan adalah perkara biasa.
Yang menyebabkan nggak biasa, si ‘mister stranger’ juga telah membawa ‘hati’ kami sekeluarga. Anak saya yang cewek (masih kecil) sampai merengek dibelikan aglo lagi yang warnanya pink karena selama ini yang merah dan pink katanya punya dia. Sekarang mungkin belum bisa memenuhi keinginannya namun minimal ada beberapa aglo yang tersisa dan cukup untuk membangkitkan semangat menghobby aglo.

Lesson learn yang bisa diambil dari kejadian kemaren….
1. Si maling tahu jenis tanaman hias bernama aglo namun tidak tahu persis mana yang mahal, murah, langka, banyak… melihat yang diambil adalah semua jenis batik rona merah/pink (Termasuk Adelia, PoS, Thai Hybrids) dan aglo anakan yang mudah dijual, sedangkan beberapa yang masih lumayan jarang namun berwarna non-merah/non-pink atau lipstik masih disisakan seperti Moonlight, Lipstic Red, Mutiara, Legacy Putih, Gadis (mungkin dikira Tricolor), Jake Hanny, Srigading yang hijau (yang ada banyak pink diambil).
2. Pasang pagar yang rapat dengan bahan yang tidak mudah ditembus, digunting atau dirobek terutama untuk aglo koleksi.
3. Jangan pernah menyisakan celah lebih dari 4cm kepada si maling untuk bisa masuk atau menjarah dengan tangan / alat jepit atau memasukkan alat potong / gunting pagar.
4. Pasang alarm atau (bila perlu) cctv yang minimal bisa memitigasi kemalingan. Bisa juga ditambahkan  kaleng-kaleng berisi kerikil / kelereng yang dapat menimbulkan gaduh disekitar kita menaruh aglo. Juga  digantung kaleng-kaleng yang dapat menimbulkan suara bila kepentok.
5. Jangan pernah percaya satpam / sekuriti (dan jangan pernah percaya suara ting-ting, tiang listrik yang dipukul menandakan kondisi lingkungan aman, bisa jadi ini dilakukan si maling untuk melelapkan tidurnya si pemilik rumah).
6. Jangan pernah percaya orang asing / orang baru yang ingin melihat aglo koleksi.
7. Jangan terlalu percaya sama ketinggian pagar / tembok maupun duri-duri / beling yang dipasang diatas pagar / tembok (antisipasi juga kalau si maling menggunakan tali untuk manjat…)
8. Selalu pantau dan awasi siapa saja yang suka lewat di sekitar rumah kita.
9. Awasi juga tukang kembang, pemulung atau tukang-tukang lainnya yang sering lewat didepan rumah kita (bila perlu ambil fotonya secara diam-diam).
10. Lakukan semacam job safety / security analyses disekitar kita menaruh aglo dan lingkungan terdekat (contoh: kalau saya begini akibatnya bagaimana, dlsb).
11. Selalu waspada, berdoa dan sadar bahwa sesuatu yang ada (dalam hal ini aglo) bisa tiada / hilang.
12. Jangan pernah menyepelekan aglo murah, terlepas dari berapa harganya sebab kadang hati kita juga tertambat disitu.
13. Kalau terdengar atau terlihat sesuatu yang mencurigakan jangan langsung keluar sebab bisa jadi si maling tidak sendirian dan bawa senjata (saya sendiri sudah siapkan pipa 2 inchi sepanjang 2 m, minimal untuk ngampleng si maling)
14. Berserah diri total sama Yang Di Atas (‘air di dalam gelas tidak bisa melewatkan sampan tapi bila air segelas tersebut ditumpahkan kelaut niscaya bisa melewatkan kapal’).

Mudah-mudahan kita bisa tenang menghobby aglo ataupun tanaman hias lainnya.

Selamat menghobby aglo…

Salam,
Gede Sudarma
HP. 0811997363
dulu berburu aglo untuk dikoleksi, kali ini
benar-benar berburu aglo koleksi (yang digondol
maling)… sama-sama tantangan…

Berita Prihatin

August 16, 2008 at 5:53 am | Posted in BERITA | Leave a comment
Tags:

Berita Prihatin

Aglaovers,

Pagi tadi saya bangun dan membaca berita SMS di HP saya yang sangat memprihatinkan. Hampir seluruh Aglao koleksi Bli Gede, terutama koleksi inti yang mahal-mahal ludes digondol maling. Setelah saya berkomunikasi dengan Pak Moes, berita melalui tilpon dengan Pak Moes dari Bli gede, seluruhnya berjumlah sekitar 90 pot.

Saya salin berita SMS dari Bli Gede sebagai berikut:

<quote>

Aglao saya ludes digongol maling. Yang disisain cumin bonggolan. Total sekitar 500jt-an. -Gede-

<unquote>

Saya sangat prihatin atas kejadian ini, semoga Tuhan memberikan gantinya yang berlimpah.

Salam AI,

Henry Biantoro

Berita Kehilangan

August 16, 2008 at 5:47 am | Posted in BERITA | 1 Comment
Tags:

Berita Kehilangan
oleh : Gede Sudarma

Kadang ‘pelajaran’ datang bertubi-tubi. Baru saja ditinggal orang tua (paman / adik bapak tapi sudah seperti orang tua sendiri karena orang tua sudah tiada) sebulan lalu, 3 hari lalu dapet kecelakaan sampai nggak bisa jalan (udah 3 hari gak ngantor)…
pagi-pagi pas anak saya mau berangkat sekolah jam 5 pagi, saya membuka pintu. Pot aglo pada bergelimpangan, saya pikir disruduk kucing. Tapi sempat melongo, seperti baru terbangun dari mimpi, 80% pot pada kosong. Badan langsung gemetaran. Ternyata semua koleksi berkelas sudah diambil oleh maling. Yang disain cuman bonggolan dan beberapa aglo yang murah seperti Madamme Soeroyo, Donna Carmen. Beberapa yang berkelas selamat (ngkali karena ditempat agak gelap), Legacy Putih, Gadis, Dolores Mutasi dan Moonlight.
Total, maksimal 10 ribu limpul, minimal 7 ribu limpul.
Pelajaran yang sangat berharga…

Beberapa aglo yang hilang antara lain (seingatnya)…
Tiara (5 6 pot), Widuri (2 pot), Widia (2 pot), Angelina (1 pot), Srikandi (1 pot), Reina Merah (1pot), Moonlight (1 pot), Dolores (3 pot), Juliet (1pot), Rindu (1 pot), Pincut (1 pot), Pink Nayla (1pot), Sweet Heart (1 pot), Jaguar (1 pot), Stardust (3pot), Srigading (1 pot), Grace Pink (1 pot), Red /Super Red Legacy (24 pot), Gabriella (2 pot), Pearl (1pot), dll (total ada sekitar 80-an pot).

Salam,
Gede Sudarma

Tamara

August 16, 2008 at 4:54 am | Posted in Tamara | Leave a comment
Tags: ,

Tamara


Tamara

Nama : Tamara
Indukan : –
Penyilang : –
Negara Asal : Indonesia
Tahun Release : –
Image Source : Bpk. Henry Biantoro, Jakarta
Asal Nama : –

Deskripsi: – Sosoknya kokoh, warna dan coraknya hampir seperti Sexy Pink (SP), tapi daunnya lebih besar dan memanjang.

Pengaruh Lubang Pot terhadap Pertumbuhan

August 13, 2008 at 3:34 pm | Posted in MEDIA TANAM | 7 Comments

Pengaruh Lubang Pot terhadap Pertumbuhan

rekans,
saya mau sedikit tanya dan berbagi pengalaman. ada gak yach pengaruh lubang pot sama pertumbuhan aglo ?
Karena kira2 5 bulan yg lalu saya repoting red majesty, trus saya lihat ada perabotan dapur ngganggur ( yg biasa buat tempat sayuran mentah) alias semacam saringan. saya coba2 dijadiin pot aglo, ternyata kedepannya pertumbuhan daunnya kok lebih besar daripada yang pot biasa.Padahal media,pupuk sama saja alias saya pukul rata( gak mau repot) sayangnya sebagai pembandingnya dah jalan2. Hampir semua media tanam saya pakai campuran tanah, tapi cuma dikira2 aja perbandingannya. Sekarang saya lagi mau coba untuk tiara dan widuri. Mohon masukan dari para pakar dan rekans semua.

salam saringan

Sony

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.