Fermentasi Media

July 27, 2008 at 12:42 am | Posted in MEDIA TANAM | 4 Comments
Tags:

Fermentasi Media
oleh: Bpk. Ganggeng Kanyoet

Fermentasi pada Media. Perlukah?. Pertama harus dibedakan dulu pengertian antara ‘fermentasi media’ dengan ‘fermentasi pada media’. Fermentasi media biasanya dilakukan untuk mendapatkan ‘bio-gas’ (CH4), dan kompos + senyawa sulfida sebagai hasil sampingannya. Sementara itu ‘fermentasi pada media’, saya sendiri juga bingung apa maksudnya ? Apakah semacam pemberian/penambahan organisme fermentasi – organisme anerob (fakultatip) seperti misalnya yang biasa disebut sebagai Effective Microorganism, pada media tanam ? Kalau jawabnya adalah ‘ya’, maka jawaban untuk pertanyaan di atas adalah: perlu atau tidaknya sampai kini masih pro dan kontra (cubak liat Wikipedia : http://en.wikipedia.org/wiki/Effective_Microorganisms) . Pada intinya, ada yang berhasil ada yang gagal.

The Effective Microorganisms(TM) concept may be considered controversial in some quarters. There may not be scientific evidence to support all of its proponents’ claims, however there are nearly 30 peer reviewed papers on various applications and secondary products that are available on the market today’. Mengapa begitu … ?

Bagi yang terlanjur meyakini kemanjurannya ya sah2 aja. Sepanjang masih untuk hobi, tentu ndak bisa dikomentari. Boleh sak-senenge dewe, namanya juga hobi. Lain cerita kaluk sifatnya sudah masuk skala bisnis tanaman atau nurseri besar. Mengapa begitu ? Laen kali aja (kecuali diwarahi dengan ada yang memulai diskusi lebih dulu …….. ho ho hoho)

Bagaimanakah? Apakah sama prosesnya dengan fermentasi gandum untuk beer? atau Anggur untuk wine? Lebih tepat kaluk dikatakan ‘ndak ada beda’ dengan pembuatan anggur dan bir – menghendaki kondisi ANAEROB. Pembedanya pada macam dan jenis organisme pelaku fermentasi saja.

Kenapa Media harus di fermentasi? Jawaban paling gampang tentu saja: karena Mr. X juga pakaiii. …. Semantara jawaban versi Dr. Teruo Higa (konseptor awal EM) bisa diliat pula di tante Wiki.

Bagaimana cara memfermentasi media? Nanti pada gilirannya akan ada yang dapat lebih bisa menjelaskan detail teknik untuk masalah ini.

Ganggeng Kanyoet

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Fermentasi itu apaan sih? .. Fermentasi adalah perombakan gula secara anaerob, hasil akhirnya adalah alkohol dan CO2. Jadi sebetulnya istilah ini agak sedikit tidak tepat jika ditujukan ke media tanam, tapi anyway ini bukan masalah inti.. ok .. jadi mari tidak berdebat dalam ranah ini..

    Kenapa media difermentasi? Fermentasi ditujukan untuk merombak komposisi makro pada kompos agar menjadi mudah diserap oleh tanaman dalam waktu cepat. Fermentasi adalah salah satu sistem dari dekomposisi.

    Media hasil fermentasi akan menghidupkan sistem biologis yang sehat pada ekosistem si aglo yang terbatas dalam pot. Keberadaan bakteri dan jamur yang bermanfaat bagi tanaman akan menekan pertumbuhan jamur dan bakteri yang menjadi musuh tanaman

    … . dan Bagaimanakah? Apakah sama prosesnya dengan fermentasi gandum untuk beer? atau Anggur untuk wine?

    Berbeda, klo beer dan anggur difermentasi secara anaerobik dan asenik, juga dalam bentuk cair. Kalo media tanam, hanya pada kondisi anaerobik saja, dan dalam bentuk padat, kecuali mau bikin pupuk organik cair

    Kenapa Media harus di fermentasi? dan bagaimana cara memfermentasi media?

    Cara memfermentasi media adalah sama dengan cara bikin kompos.. anda bisa baca dibuku-buku yang banyak dijual di toko buku

    Intinya gini aja.. Aglonema bukan benda mati… dia makhluk hidup yang kehidupannya bersimbiosis dengan banyak makhluk, terutama para dedemit tanah. Nah ini yang harus dijaga baik2. Jangan sekali2 kita tega memisahkan kehidupan mereka, salah satunya pasti merana.. hehehehhe

  2. Pak Faries dan Mbah GK.

    Terima kasih atas wejangannya. Semoga berkurang kebodohan saya.
    Namun sekali lagi saya mau bertanya?
    Apakah media yang difermentasi mempunya masa kadaluarsa lebih pendek
    dibanding media biasa?
    Adakah buku yang Nada referensikan untuk saya?

    Terima kasih
    Imron

  3. Media tanam ga ada yang kadaluarsa pak. Tetapi sebaiknya sebulan sekali ditambahkan kompos di permukaan medianya dan dikasih pupuk organik cair seminggu sekali.

  4. Fermentasi mungkin hanya istilah yang dipinjam untuk proses dekomposisi dengan cara perendaman. Tidak hanya istilah ini yg mengherankan tapi juga penggunaan EM4 yg notabene bakterinya butuh udara segar malah ditenggelamkan, kan jadinya banyak yang koit tidak efisien. Padahal di jukpeng (petunjuk penggunaan) sudah dirinci secara komplit. Saya sudah mencoba pembuatan media cara ini (sesuai petunjuk produsen EM4) dengan memakai bahan dasar campuran sekam mentah, dedak, kotoran kambing, serutan kayu dan humus rawa. Hasilnya memuaskan, setelah 6 bulan memakai media ini, tanaman aglao saya akarnya tumbuh banyak dan sehat. Terlebih lagi sekarang saya stop menggunakan pupuk macam2, tinggal pakai pupuk standard pehobi yaitu Dekastar NPK seimbang. Ini cerita pengalaman saya yang suka pake teori ngawur-ngawuran aja….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: