Boleh ndak organik dicampur kimia

May 18, 2008 at 11:09 am | Posted in PEMUPUKAN DAN ZPT | Leave a comment

Boleh ndak organik dicampur kimia
oleh Mr. Ganggeng Kanyoet

Lalu pertanyaanya boleh nggak pupuk yang mengklaim organik dicampur yang katanya kimia.
Lalu jawabnya adalah boleh, kenapa tidak ?
Mr. Indra,
Bener apa kata Mr. Kasali, kita masuk eranya ‘pemasaran’. Lha kok kebetulan, banyak dari kita yang terkena penyakit ‘myopic’ tanpa sadar. Contonya, pertengahan 80 an orang mulai concern masalah organik – non organik, akhir 90 an ‘yang tahu komputer’ se-akan2 dibingungkan masalah 2YK, lalu akhir2 ini sibuk dengan isu Global Warming.
Saya melihatnya persis kejadian gempa di Jogja kemarin. Segerombolan oknum teriak2 ada tsunami. Gayung bersambut, orang2 bingung berlarian mencoba menyelamatkan diri (ndak sadar atau karena memang dungu, kalau mereka berada lebih dari 100 m dpl). Nah pada gilirannya, gerombolan oknum tersebut mengeruk keuntungan, banyak barang berharga ditinggal pergi tuannya… ho ho ho ho.
Hal di atas dapat terjadi karena orang yang ‘mestinya tahu dan paham’ hanya diam saja, membiarkan semua itu tanpa upaya menjelaskan yang seharusnya terjadi. Entah kenapa ? Pasti banyak alasan lah.
Bener kata temen saya, hari gini ngapain ngikut ulah Copernicus. Bersedia mati minum racun untuk sekedar meyakinkan orang lain, bahwa bumilah yang mengitari matahari dan bukan sebaliknya seperti yang disangka orang banyak.
Dus, kenapa ndak malah ngikut ambil keuntungan. Biar orang lain yang teriak2 ada tsunami, kaluk bisa kita ikut untunglah. Ini baru orang pintar namanya.

Lain2 :
Pupuk an-organik adalah pupuk hasil proses rekayasa secara kimia, fisik dan atau biologis, dan merupakan hasil industri atau pabrik pembuat pupuk (ayat 3, pasal 1, Bab I. Ketentuan Umum, Keputusan Menteri Pertanian No. No. 09/KPTS/TP.260/1/2003, tanggal 28 April 2003)

Ganggeng kanyoet

Advertisements

Hormon dan Kodrat

May 18, 2008 at 10:57 am | Posted in PEMUPUKAN DAN ZPT | Leave a comment

Hormon dan Kodrat
oleh Mr. Ganggeng Kanyoet

Zat Perangsang Tumbuh keliatannya memang dari sononya untuk memacu pertumbuhan …

Mr. Stuba
Fungsi ZPT adalah ‘alat komunikasi’ antar bagian (atau sel) tanaman untuk ‘melakukan’ atau ‘tidak melakukan’ sesuatu bagi keuntungan tanaman secara keseluruhan. Orang yang hati2, menyebut ZPT sebagai Zat Pengatur Tumbuh, karena mengatur = bisa ‘mendorong untuk’ atau ‘melarang untuk’, walau ada juga yang lebih enak dengan sebutan ‘hormon’.
Gambaran mudahnya :
– Saat akar menjumpai kondisi yang ndak mendukung (tergenang atau kekeringan) maka dikeluarkan ABA supaya pucuk berhenti tumbuh (dormansi).
– Saat matahari meninggi, ABA memerintahkan stomata daun untuk menutup.

Bahasan ini bisa diperoleh di kumpulan diskusi punya Mr. Dodi. Dengan catatan jangan acuhkan hapalan hormon A untuk proses X, hormon B untuk proses Y. Itu hanya berlaku untuk sistem tertutup yang dijumpai dalam praktek kuljar (explan yang hanya berupa sekerat meristem). Menjadi lain dan bisa bingung sendiri kaluk dikenakan pada satu sistem terbuka (tanaman utuh). Kenapa kok gitu ?
Banyak pengamatan hormon hingga kini masih berputar ‘dapat ditandainya keaktifan’ atau peningkatan konsentrasi hormon tertentu yang mengikuti proses kegiatan tanaman. Belum bisa langsung menunjuk langsung proses ini akibat hormon itu. Akibatnya dalam buku hapalan hormon bisa kebaca satu hormon berpengaruh pada banyak kegiatan, sebaliknya satu kegiatan dipengaruhi banyak hormon. Di kuljarpun begitu, kadang lebih baik pakai IAA, atau IBA, BA, atau BAP, atau kinetin, atau TDZ. Semua perlu coba2 sifatnya (lalu banyak yang kemudian menyebut kujar = Vodoo, maaf).
Supaya ndak bingung, harus kembali ke ‘laptop’ – fungsi hormon = alat komunikasi – bentuknya bisa on-off, bisa if … then, bisa if .. then gosub …, (kaluk ada yang ahli Boolean, bagus juga dibuat diagramnya).

persoalannya apakah perangsangan untuk tumbuh tidak menyalahi kodrat ?
Tanaman adalah mahkluk ‘sesile’ (ndak bisa pindah tempat). Dus pola tumbuh dan kembangnya sebenarnya adalah bentuk respon terbaik tanaman (bukan bagi manusia) terhadap variasi kondisi lingkungan di tempat itu. Inilah yang dimangsud KODRAT itu.
Misal, intensitas matahari, panjang hari, temperature, ketersediaan nutrisi, akan menstimuli tanaman. Terjadi komunikasi dalam tanaman melalui hormon, menentukan tanggapan terbaik yang harus diberikan (tanaman punya program itu tercatat di gen). Misal, menggugurkan daun terbawah karena mineral yang ada disitu lebih baik dan menguntungkan kaluk dimanfaatkan organ atau bagian lain.

Yang perlu diingat, skenario KODRAT ndak hanya satu. Ada trilyunan kodrat. Pokok masalah adalah sudah tepat dan sesuaikah pilihan tanggapan dengan skenario kodrat ? Yang ginian, tanaman ahlinya. Apapun tanggapannya, selalu dalam rangka menomor-satukan kelangsungan hidupnya (paling ndak kelangsungan turunannya) dengan jalan milih yang paling kecil resikonya serta yang paling hemat biayanya (pengeluaran energi).

Respon tanaman atas stimuli lingkungan inilah yang dicatat orang. Kaluk tunas cabang tumbuh, ternyata di tempat itu konsentrasi sitokinin meningkat. Kaluk tunas bunga tumbuh, ternyata kandungan giberelin jadi meningkat, misalnya. Berbekal itu, kemudian dipakai manusia dalam manipulasi kodrat, demi kepentingan manusia tentunya. Yang perlu diingat oleh manusia, MANIPULASI kodrat ndak boleh diartikan NYALAHI kodrat, tetap harus dalam koridor kodrat itu sendiri (bingung ya ? Ho ho ho ho … sama).
Conto : manipulasi agar cepat beranak, buku hapalan bilang beri sitokonin. Kaluk kodrat tumbuh anak harus didukung pangan, air, mineral yang cukup dilanggar, kodrat anak ndak didapat malah ketemu kodrat modiaaarrr ….. ho ho ho.

Kita lanjut nanti dengan catatan kejadian seputar menumbuhkan tunas (anak) ….

Ganggeng Kanyoet
Yang banyak terjadi dalam merawat tanaman, masih seperti melihat penderita kanker yang di-kemoterapi. Lalu dipikirnya, orang itu sakit karena kekurangan sinar gama … ho ho ho ho.

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.