Konsep nutrisi, bukan konsep pupuk

February 5, 2008 at 12:22 am | Posted in OPINI | Leave a comment
Konsep nutrisi, bukan konsep pupuk  
Ada pernah liat Indah Kiat, RAPP mupuk areal HPH  ? Ada pernah liat mbah Marijan mupuk hutan di Plawangan Merapi ? Tak pikir ndak ada ya. Tetap aja hutan2 tersebut tumbuh subur tanpa pupuk. Randu Belatung ndak pernah dipupuk, pohon jatinya juga bisa lebih dari sepelukan orang dewasa.
Kalau London Sumatra Plantation mupuk kebun sawitnya, Gula Putih Mataram ndak pernah lupa nambahi pasir silika di kebun tebunya, simbah2 menambahkan urea, KCl, kotoran sapi, abu bakaran jerami atau gamping di sawahnya, pasti ada mangsud dan tujuan dibelakang itu.
Ini perlu direnungkan. Mengapa mupuk, kalau tanpanya tanaman juga bisa tumbuh ?
Pasti bukan karena alasan ‘tanpa pupuk’ tanaman  bisa tumbuh, sawit  berbuah, rendemen tebu turun, bulir padi gabug, etc, etc, etc. Pasti ada tujuan lebih khusus lagi.
Yes, tak pikir2 lagi mereka telah belajar selama ini, tambahan material tertentu pada tanah membuat tanaman merespon dalam bentuk sifat tertentu seperti yang simbah2 impikan, misal buah jadi tambah besar, tumbuh gigas, bunga makin menarik, daun makin kinclong, etc, etc.    
Pointnya adalah : mupuk atau ndak mupuk bukan karena tanahnya jelek (miskin hara) atau tanahnya bagus (kaya hara). Mupuk karena berharap tanaman berespon tertentu yang memang simbah2 inginkan. Mupuk agar tanaman ‘do better’ klop dengan impian simbah.
What about aglao ? Respon seperti apa yang kita harap dari aglao ? Pupuk apa yang harus diberikan ?
Pertanyaan2 itu harus dijawab supaya ndak timbul ‘kelatahan’ seperti selama ini terjadi di-mana2: mupuk karena beranggapan tanah / media kurang nutrisi. Mupuk masih dianggap sebagai jaminan supaya media jadi kaya nutrisi. Itu saja, ndak ada tujuan khusus. Meanwhile kelatahan mupuk malah sering jadi sebab matinya tanaman, pencemaran lingkungan, pemborosan sumber daya alam, dan boros duit.
Banyak yang masih berkonsep ‘memupuk’ dibanding konsep nutrisi.
Saya terilhami penggunaan ‘tanah sawah’ by Mr. GS4610. Setelah tak pikir2, kok menarik juga praktek seperti beliau. Ada rekan lain yang pernah nyoba media tanah dan bisa berbagi pengalaman ? Saya pengin nyoba juga.
  
Ganggeng Kanyoet

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: