Kiat memperbanyak Aglaonema cara cepat (4)

January 27, 2008 at 1:44 pm | Posted in PERBANYAKAN AGLAONEMA | 1 Comment

Kiat memperbanyak Aglaonema cara cepat (4)

Pak Faries Fadhil wrote:
thx bu Thari, berarti ada yang tertukar di kepala saya ttg fungsi ABA dan Ethylen. Tapi ada juga lho sitokinin yang digunakan untuk defoliasi.. yaitu Thidiazuron Trus ttg percobaan Darwin, setahu saya auxin itu ditemukan awal tahun 1900an, dan keberadaannya sempat diragukan. dan pada thn 1970an sudah ditemukan kalo memang auxin akan rusak oleh cahaya matahari (lihat buku Plant Physiology tulisan Salisbury n Ross 1995) dan juga suhu yang tinggi. makanya auxin disimpan di tempat yang aman dari cahaya matahari dan suhu tinggi. Pemakaian auxin pada konsentrasi tinggi memang akan membunuh tanaman. Ada beberapa Herbisida yang bahan utamanya adalah Auxin jenis 2,4D Membaca tulisan ibu membuat saya harus menggali lagi apa2 yang pernah saya pelajari di kampus IPB dulu. Semoga diskusi ini bisa menjadi lebih menarik

Pak Zainuddin Siregar wrote:
Bravo.. bu thari.. Terimakasih sharing ilmu-nya bu.. dari hanya tahu prinsip-nya sikit sikit.. aku bisa dapat ilmu lebih banyak nih…
Btw.. auksin dapat dari mana ya bu ? Apa nama produk di pasaran ya ?

Ha ha ha.. Black velvet tidak dimutilasi bu.. ceritanya begini.. beberapa bulan lalu saat milis aglaonema cuma punya 1 anggota, saat buka-buka internet aku lihat gambar koleksi black velvet Bung Faries di milis tetangga dan saat itu beliau beritahu harga si BV cukup mengagetkan, kebetulan ketika itu aku sedang berada di negeri origin si BV itu. Lantas aku bawa satu induk black velvet ukuran cukup besar dari kota Sandakan, Sabah, Borneo, lebar daun sudah mencapai 25 cm dan bulb (umbi) sudah sebesar ibu jari kaki panjang sekitar 10 cm. Sayang sekali sesampai di medan semua daun sudah menguning karena stess berat satu hari jalan darat dari lokasi ke Kota Kinabalu ditambah transit selama 2 hari di semenanjung dan si BV masih tetap dalam bungkusan koran dan plastik kresek dan terbalut pakaian kotor karena takut ketahuan karantina dan masih dalam tas pakaian.. maklum saat itu gak tahu bagaimana packing tanaman yang aman. Jadilah cuma bulb yang aku harapkan bisa diperbanyak.. Kala itu aku sudah pernah pakai NG dan GM untuk adenium kami.. aku coba NG ini kali aja bisa menumbuhkan lebih banyak anakan dari bulb si BV tadi.. beberapa lama kemudian tumbuh anakan pertama (si sulung ini yang akhirnya pindah ke Yogya).. waktu bongkar untuk dipisahkan dari bulb nya.. wow.. surprise.. ternyata ada banyak tunas ukuran 1-4 cm telah bermunculan dari bulb induk tadi.. dan ketika itu si bulb menghasilkan 10 individu baru.. Sekarang pun bulb tadi masih punya 2 tunas kecil, yang terakhir yang ke 11 aku pisah untuk pak Judi.. Ide penggunaan sitokinin ini lah yang aku gabung dengan mutilasi aglaonema nya pak Judi bu.. barangkali bisa dapat tunas anakan yang lebih banyak.. ternyata.. ada benarnya..

Begitu kira-kira bu Thari.. jadi ga tega-tega kali lah, si BV cuma dipaksa beranak aja.. he he he…

Wassalam

Zai

Pak Faries fadhil wrote:
di pasaran bebas auxin sepeti IBA, IAA, atau NAA hampir tidak ada. anda bisa beli auxin di toko kimia. bilang aja beli IBA, NAA atau IAA. jangan ambil auxin yang 2,4D, yang ini kalo ga tau makenya bisa membunuh tanaman.

Atau kalo mau lebih gampang, pake umbi bawang merah aja. Umbi bawang merah mengandung hormon auxin dan sitokinin yang cukup tinggi, dan dapat membantu inisiasi akar untuk stek

Goodluck

Bu Rosy N Apriyanti wrote:
Wah betul juga tuh. Dari pada beli auxin mending pake bawang merah yang ada di rumah. Tapi kalau pake umbi bawang merah, cara pakainya gimana ya??
Wassalam
Rosy
Pak Zainuddin Siregar wrote:
Wah terimaksih Bung Faries.. kami yang mau buka buku pun ga tahu bukunya jadi ketiban ilmu nih.. cuma ingat2 dasar2 aja dulu..

Thanks dan jangan bosan🙂

Betul juga ya.. berapa banyak bawang merah dipakai dan cara ngolahnya serta ngaplikasikannya..
Thanks

Zai

Pak Permono Avianto wrote:
Dear Aglov’s
Betul pak zai, saya sangat terbantu nih dengan diskusi ina i apalagi ttg ilmu agro kayaknya saya nol putul, he he, cuman nyantol aja ama nama kimianya. thank’s pak Faries dan Bu thari atas ulasannya saya jadi ada gambaran untuk perlakuan terhadap aglo saya.
SA
antok-dumai

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hallo om,pndatang ru nich .,… pengen tau caranya yg pake umbi bawang merah ,proses perendaman kurang lebih brapa hari,penyiraman brapa brapa hari,thanks ats saran n infoonya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: