Rotundum Lestari = NONSENSE

January 24, 2008 at 2:48 am | Posted in OPINI | Leave a comment

Rotundum Lestari = NONSENSE
oleh Bpk. Ganggeng Kanyoet

Mr. Ryan, ada satu pertanyaan lain yang lebih menarik dikaji : Adakah gunanya kita melindungi rotundum (save our rotundum ?) dan malah2 melarang ekspor ?
Jawab : ndak ada gunanya. NONSENSE. Buka aja kran ekspor rotundum sebesar-besarnya. Lho kenapa ?
1. Melarang ekspor = mematikan sumber hidup pengumpul rotundum
2. Dari lebih 220 juta penduduk Indonesia yang paling bisa ngambil manfaat rotundum selama ini, hanya Mr. Greg semata wayang.
3. Dengan rotundum yang sama, Thailand bisa membuat produk aglao lebih murah dan lebih bisa dinikmati semua kalangan aglao di Indonesia.

So untuk apa melarang ekspor rotundum ? Supaya rotundum ndak punah, terapkan saja prinsip ‘hutan lestari’. Gampang kan. Berdayakan penduduk sekitar hutan rotundum. Caranya ? Suruh aja Mr. Greg ngajari penduduk sekitar hutan rotundum untuk nyilang aglao. Dijamin rotundum lestari dengan sendirinya. Ndak usah repot2 perlu ada Kepres segala. Lebih pastinya, penduduk disana ndak perlu dibebani njagain rotundum demi njaga kelestarian keluarga Mr. Greg to. Mau ndak ya, hayoooo !! Ho ho ho ho ho.

Buat njawab pertanyaan 1 & 3 dari Mr. Ryan di bawah, harus bisa njawab pertanyaan ini dulu ; Untuk apa dan mengapa aglao lokal harus semurah aglao Thai ? Prof Novi juga ndak njamin harga bisa murah even kuljarnya behasil. Kalau pasar mau beli 25 juta/daun ngapain juga maksa ngejual 100 K/daun. Kecuali dia itu prof calcullus temannya Tin Tin.
Mr. Ryan dah tahu jawabnya, price = f(supply, demand). Kalau ndak sanggup beli ya tunggu ajah 5 tahun kedepan kalau dah murah atau tambah giat kerja supaya bisa beli. Untung disini ada Mr. Biantoro, Mr. Moes, dan Mr. GS4610, jadi kalau kita belum bisa beli ya koleksi foto2 yang ditunjukin ketiga beliau itu dulu, lumayan toh.
Pertanyaan 2:
Buat pedagang yang penting adalah ROI (return on invesment). Mau pakai analisa Montecarlo atau yang lain ketemunya juga ROI. Masalah harga di level berapa apa pedulinya.
Pertanyan 4 :
Untuk apa hak paten ? Ngawasi pembajakan butuh biaya mahal, yang untung malah pihak ke 3. Mending energi dicurahkan untuk mikir buat jenis aglao baru. Kacuali perusahaan Anda sudah sekuat dan sekaya Microsoft.

Ganggeng Kanyoet

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: