Dosis Pemupukan Aglaonema

January 23, 2008 at 2:11 pm | Posted in PEMUPUKAN DAN ZPT | 1 Comment

Dosis Pemupukan Aglaonema
oleh Bpk. Ganggeng Kanyoet

Mr. Christian Hadiraharja,
Pertimbangan dosis
Dosis pada kemasan pupuk, selain nilai maximum ter-aman, juga dilakukan pada kondisi terkendali di lab mereka. Apa kita mau meniru lab mereka dulu agar hasil sama ?
Jadi, mau tidak mau ya harus coba2 sendiri di rumah masing2. Cara termudah cubak dengan hitungan konsentrasi kandungan N= 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm. Teruskan yang memberi hasil terbaik (daun tidak terlalu besar, tangkai tidak terlalu panjang, ekpresi warna optimal, cepat beranak, etc, etc).
Memang lebih mudah meniru yang dilakukan Mr. Zai atau Mr. GS 4610. Jangan salahkan kalau hasilnya ndak sama. Kalau pengin sama, ya sekalian saja titip aglao ke tempat beliau2 tersebut, atau hadirkan kondisi kebun beliau di rumah kita.
Boleh apa tidak pupuk daun disiramkan ke media
Prinsip boleh. Toh kandungan juga sama dengan pupuk akar. Tapi apa ndak sayang ?. Pupuk daun lebih mahal dari pupuk akar karena punya daya kelarutan lebih tinggi. Ini juga membuat aplikasi pupuk daun lewat akar lebih banyak ruginya. Kelarutan tinggi membuat nutrisi banyak hilang larut air, mengalir terbuang keluar lewat lubang dasar pot.
(Apa yang bikin petunjuknya ada yang males dan ada yang rajin?)
Wah ndak tahu ya. Yang lebih parah lagi di kemasan pasta gigi, malahan ndak pernah ada petunjuk pemakaian. Kale dianggap dah tahu cara makainya.
Ngitung nilai ppm N
Rumus baku D = A*B/C*10
A = nominal % kandungan N seperti yang tertera pada kemasan pupuk
B = berat pupuk (gram) yang hendak diencerkan
C = konsentrasi yang dikehendaki (ppm)
D = jumlah air pengencer (liter)

Conto pake pupuk Gandasil (20:15:15), pupuk ini punya kandungan N= 20%, P2O5= 15%, dan K2O=15%. Berapa liter air harus ditambahkan dalam 1 gram Gandasil tersebut agar diperoleh nilai N = 100 ppm ?
A= 20, B = 1 gram, C = 100, D = A*B/C*10 = 20*1/100*10 = 2 liter

Di rumah saya, hasil terbaik kalau dipupuk dengan konsentrasi N = 150 ppm, seminggu sekali. Perbandingan NPK pupuk yang pas di rumah saya untuk pertumbuhan vegetatip kurang lebih 20:10:15. Untuk membuat ini, saya campur 1 bagian Gandasil (20:15:15) dengan ¾ bagian Hyponek merah (25:5:20) diselingi penyemprotan Kalsium Nitrat (merk Growmore) sebulan sekali (konsentrasi N dibuat sebesar 100 ppm).

Jangan tiru mentah2, adakan percobaan sendiri yang cocok di rumah masing2. Percobaan2 membuat miara aglao punya ‘dimensi’ lain.
Demikian, semoga sukses di percobaan yang ke sekian …..

Ganggeng Kanyoet

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya termasuk salah satu penggemar aglaonema, walaupun dirumah hanya punya sedikit, dan pada saat orang-orang udah pada nggak suka sama aglaonema saya mah tetap suka sama aglaonema. Makanya sampai sekarang masih suka buka-buka gambar aglao di internet, dan cari-cari artikel tips-tips perawatan dsb. Walaupun artikel ini udah lama, tapi saya masih tetep seneng mbaca… Makasih informasinya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: