Mengatasi Daun Aglaonema Menguning

January 21, 2008 at 11:33 am | Posted in CARA BERTANAM DAN PERAWATAN | Leave a comment

Mengatasi Daun Menguning
oleh Bpk. Henry Biantoro

AMB and Aglaovers,

Menurut pengalaman saya, aglao tidak mengalami stress yang berarti walaupun kita bongkar total medianya, asalkan akarnya tidak banyak yang rusak.

Oleh karenanya, saya tidak pernah ragu-ragu untuk membongkar media aglao kalau ada kecurigaan-kecurigaan seperti daun tua melengkung kebawah, daun banyak yang menguning, daun baru tumbuhnya jauh lebih kecil dari daun yang sebelumnya (kecuali bila tumbuh bunga), tunas daun baru tidak muncul setiap 3 minggu sampai 5 minggu, dll.

Dalam kasus AMB, apabila daun banyak yang menguning serentak, kita perlu curiga terjadinya pembusukan batang bawah dan/atau akar. Jadi tidak ada salahnya kalau media dibongkar total untuk melihat kondisi dibawah permukaan. Lagipula kalau media sudah berumur 6 bulan atau lebih, sebaiknya media diganti dengan yang baru (repotting) untuk menyegarkan media yang mungkin sudah terlalu asam.

Apabila pembusukan batang dan/atau akar memang terjadi, saya lakukan langkah-langkah berikut ini:

v Batang dan akar yang rusak saya potong sampai bersih;

v bagian bawah tanaman saya cuci sampai bersih dengan kuas dan mengocok-kocoknya didalam ember berisi air bersih. Kalau akar masih banyak yang selamat, hati-hati untuk tidak merusak akar tersebut;

v saya bubuhi fungisida campur bakterisida secukupnya. Pembubuhan saya lakukan dengan mencampur fungisida + bakterisida dengan komposisi seimbang, lalu saya aduk sampai rata dengan sedikit air sehingga seperti pasta agak kental, lalu saya bubuhkan dengan kuas kecil pada batang dan akar yang bekas dipotong atau luka;

v setelah pasta campuran obat yang dibubuhkan kering, tanaman saya tanam kembali dengan media yang fresh; dan

v selama tiga sampai empat minggu pertama tanaman saya letakkan ditempat yang cukup sinar dan aliran udara, tapi tidak terekspose sinar matahari secara langsung.

Apabila tidak ada akar sehat yang tersisa tapi batang atas masih ada yang bisa diselamatkan:

v Saya kurangi daun bagian bawah dengan menyisakan beberapa lembar yang teratas saja;

v batang saya bubuhi dengan perangsang pertumbuhan akar (rootone atau yang sejenis);

v lalu batang saya tanam di media yang sudah disterilkan; dan

v kemudian tanaman disungkup selama 6 – 8 minggu sampai tumbuh tunas daun baru sebelum sungkup dibuka. Selama penyungkupan, tanaman diletakkan ditempat yang cukup terang tapi tidak terekspose sinar matahari secara langsung, dan tidak perlu disiram.

Dimusim penghujan seperti sekarang ini, saya menyiram aglao hanya setiap 4 hari sekali. Bahkan minggu lalu karena hujan dan mendung terus, aglao baru saya siram setelah hari keenam karena medianya masih terlihat lembab.

Demikian pengalaman saya, mudah-mudahan bermanfaat.

Salam AI,
Henry Biantoro

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: