Tanah untuk Media aglaonema (lagi)

January 19, 2008 at 3:59 pm | Posted in MEDIA TANAM | Leave a comment

Tanah untuk Media aglaonema (lagi)
oleh Gede Sudarma

Mengenai media sebetulnya bisa apa saja. Tanah juga bagus asal gembur dan mudah kering. Bisa juga dicampur arang sekam, sekam mentah, pakis, kaliandra, kompos, kotoran sapi kering dan sudah jadi tanah, dll. Kalau media dari bekas tanaman (pakis, kompos, sekam, dll) usahakan yang sudah tidak mengalami ‘degradasi’, ‘fermentasi’… sudah tua dan lapuk.
Kuncinya adalah media jangan keseringan basah, terutama saat pertama kali nanam sebelum akar benar-benar jalan. Coba start medianya pakai tanah sawah ladang yang tidak lengket (50%), 50% lagi bisa campuran yang saya sebutkan tadi. Kalau pakai pupuk kandang usahakan yang sudah jadi tanah dan jangan banyak-banyak (max 10%). Selebihnya tinggal variasikan bahan media tadi sesuai cuaca dan lingkungan disana. Sebab Balikpapan hawanya lumayan panas, kalau pakai sekam sama pakis saja akan mudah kering.
Saat nanam awal, media diusahakan lembab (tidak kering kerontang dan jangan pula basah). Sehabis menanam jangan langsung disiram. Baru disiram 1-2 hari kemudian dengan cara menyiram permukaan medianya saja (nanti airnya akan meressap kebawah sehingga medianya jadi lembab tapi tidak basah). Setelahnya siram setelah 3 hari atau lebih (tergantung kondisi lingkungan). Begitu kira-kira akar jalan, boleh disiram sampai basah pakai air biasa dan tunggu sampai media kering baru disiram lagi. Biasanya aglo busuk kalau media masih lembab sudah disiram lagi (keseringan memperlakukan seperti ini). Pemupukan bisa dilakukan setelah akar jalan dan jangan terlalu sering (pupuk cair > 2 minggu sekali 1/2 dosis, slow release >3 bulan sekali). Selebihnya siram air biasa atau bisa juga disiram rendaman kotoran kambing atau sapi (yang sudah tua dan kering) sebulan sekali.
Mengenai pengiriman aglo ke Balikpapan sih sangat bisa karena pesawat ada tiap hari kesana. Coba tanya pedagang yang bersangkutan. Yang pasti di Bontang (lebih jauh dari Balikpapan) ada beberapa kolektor kakap yang selalu dikirim dari Jakarta.
 
 
 
Salam,
Gede Sudarma

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: