Menangani Aglao Bermasalah

January 18, 2008 at 9:00 am | Posted in CARA BERTANAM DAN PERAWATAN | Leave a comment

Menangani Aglao Bermasalah
oleh Bpk. Gede Sudarma

Sekedar sharing sama kawan-kawan hobbyst agar jangan sampai aglonya mati (terutama bagi yang pemula). Berdasarkan pengalaman saya merawat aglo bahwa ada beberapa tanda kalau aglo sedang bermasalah… (mulai dari yang paling ringan)
– Corak daun ada yang bermutasi atau nge-blok warna hijau, tandanya ada sedikit akar yang bermasalah
– Daun terakhir tumbuh mengecil, tandanya ada sekitar 50% akar bermasalah, terlepas dari tumbuhnya bunga atau baru potong bonggol
– Pucuk stagnan dan daun terbawah menguning atau ‘njeglek’, tandanya semua akar dan kemungkinan sebagian bonggol bermasalah
– dan ada beberapa kasus yang tergolong berat, misal: tanaman kelihatan sehat, nggak kelihatan tanda-tanda seperti diatas tapi tiba-tiba jatuh, batang seperti bubur. Atau seluruh daun mengering dari bagian luar ke arah dalam lalu aglonya mati. Yang paling parah adalah aglonya lenyap tanpa bekas (sak pot-potnya)… umumnya yang begini ini udah nggak bisa diselamatkan sama sekali.

Tiga masalah diatas umumnya disebabkan oleh ‘over-watering’, media yang sudah terkontaminasi, bibit aglo yang sudah sakit sejak beli atau penanganan yang terlalu berlebihan. Umumnya kalau aglo sehat, media baru dan ‘steril’ / bersih, penanaman awal dengan media kering, disiram dengan air sampai mampat (kemudian baru disiram lagi setelah kering), aglonya akan tumbuh sehat dan normal (jadi jangan takut untuk menyiram).

Cara menanganinya pasca bermasalah adalah dengan membuang semua bagian yang busuk (kelihatan berwarna coklat) sampai benar-benar tidak ada lagi yang berwarna coklat (sekalipun kadang harus membuang beberapa daun dan hanya menyisakan batang muda), obati bekas potongan dengan anti jamur (atau betadine + kapur sirih / jambe), kering anginkan, lalu ditanam dengan media kering / sedikit lembab, jangan disiram / hanya dikabutin permukaan medianya, daunnya diikat untuk mengurangi penguapan, lalu taruh ditempat teduh (bagusnya disungkup seperti teori pak Moes).

Yang tidak disungkup, dikabutin media dan daunnya dengan B1 + Atonik (beberapa tetes saja) setiap 3 hari sekali (atau kalau media nampak kering). Yang disungkup umumnya seminggu sekali sungkup dibuka lalu media dan daunnya dikabutin, masukkan kembali dalam sungkup kalau daunnya sudah kering. Baik yang disungkup atau tidak, dua-duanya ada kemungkinan beberapa daun terbawah layu dan mengering / busuk. Yang tidak disungkup umumnya kering, yang disungkup umumnya busuk. Semuanya tergantung kecepatan tumbuhnya akar (ini dipengaruhi oleh kesehatan tanaman dan tua-mudanya bonggol).

Juga dari pengalaman… ada saatnya saya menanam aglo dengan media kering atau lembab tanpa disiram (baru disiram sehari / dua hari setelah penanaman dengan cara pengabutan permukaan media), ada juga penanaman dengan media kering tanpa disiram sampai sebulanan, hanya dikabut-kabutin permukaan medianya (umumnya bonggol yang baru ditanam)… Mudah-mudahan ada gunanya untuk menghindarkan aglo dari kematian.

Salam,
Gede Sudarma

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: