HAMA dan PENYAKIT


Mengatasi Busuk Akar

Pak Indra Gunawan wrote:
Pak Zai,
beberapa aglao saya akarnya pada kempes, mungkin gak karena aglao terlalu banyak saya siram hormon pertumbuhan, tapi pupuknya kurang.

Selama ini saya pakai campuran atonik 1ml+novelgrow 1ml+metalik 1ml+b1 1ml +1 ltr air.
mohon saran dan solusi mengatasi akar kempes tersebut.

Tks
Indra-Ciledug

Pak Zainuddin Siregar wrote:

Mas Indra,

Saya pernah mengalami hal yang sama.. busuk akar.. kebanyakan karena kutu akar (root mealy bugs), terpaksa ganti media.. yang lain diberi insektisida sistemik (misalnya confidor). Kadang busuk akar karena kurangnya aerasi media.

Hormon biasa sy kasi sendiri2 mas, pemberian aja yang diselang seling..misalnya jika 2 minggu sekali, jarak satu minggu diberi vit B1 dan minggu depannya atonik. Pemberian hormon harus diikuti dengan pemberian pupuk.. saya pakai pupuk slow release osmocote (mirip decastar) agar unsur hara selalu tersedia. Saat repotting di media bagian bawah sy beri pupuk slow release sekitar 1 sendok teh. Pupuk slow release relatif aman diberi agak berlebih, karena pupuk memiliki coating yang membatasi larutnya pupuk dengan cepat..

Oya.. novelgrow kami gunakan hanya sesekali, tidak rutin.

Saran saya mas, periksa penyebab akar kempes apa ada gejala busuk, jika perlu ganti media dengan yang steril.

zai

Pak Indra Gunawan wrote:
Terimakasih Pak Zai,
mo nanya lagi pak, kalo saya mo ganti media steril, ada gak treatment khusus untuk aglao yg mo diganti media tsb sebelum direpoting ?
misalnya akar dibersihkan/direndam dengan campuran larutan apa gitu ?
Sekali lagi terimakasih Pak, sampai sekarang saya masih terus belajar dan menggali bagaimana merawat aglao yang tepat (menjinakkan aglao gitu hehehe…)

Yg aneh pak, saya gak pernah mendapati akar2 aglao itu busuk tiap kali saya periksa, tau2 akar sudah kempes/rontok.

Trus apa yang terjadi bila dosis hormon berlebih tapi pemupukan kurang.

Salam
Indra-Ciledug

Pak Zainuddin Siregar wrote:

Akar dibersihkan bagian rusak dibuang.. jika ada luka oles dengan fungisida. Jika memang ada busuk, setelah akar bersihkan dicelup sebentar dengan larutan pemutih 1 cc/liter (jangan lama).. trus di bilas dengan air bersih..

Jika konsentrasi tinggi (berlebih) hormon yang diberikan dari luar (external) berfungsi kebalikan mas, bukan mempercepat tumbuh.. malah menghambat tumbuh.. Contoh yang umum digunakan sebagai weed killer yang sukses adalah auxin 2,4-diamin. Digunakan pada konsentrasi tinggi untuk membunuh tanaman pengganggu. Auxin konsentrasi tinggi dapat menyebabkan menipisnya bahkan hilangya dinding akar (loosing cell wall), terutama pada akar yang tumbuh lebih dalam.. sering menyebabkan tanaman mudah tumbang.

Hormon pada konsentrasi rendah (berikan 1/5 dosis tertera di kemasan untuk tanaman indoor seperti aglaonema) berfungsi mempromote pertumbuhan, dengan asupan hara yang cukup, promosi berjalan lancar.. kalau ga dibarengi dengan pupuk fungsi hormon tadi ga jalan dong :)

demikian informasi mas..

zai

Mengatasi Busuk Bonggol
oleh Bpk. Gede Sudarma

Pak Bowo,
Saya kemaren (malam Rabu) juga kena busuk bonggol. Tiara 8 dn dengan 2 taring tiba-tiba daunnya letoy. Begitu saya bongkar, bonggolnya sebelah sudah agak hitam seperti habis dimakan apa, gitu. Tanpa pikir panjang, Tiara tersebut saya potong sampai bekas hitamnya benar-benar habis. 5 daun terpaksa saya protoli supaya bonggolnya agak panjang. Baik ujung atas dan bonggol bawah bekas potongan saya cuci bersih, ‘luka’nya saya kerok pakai kuku, lalu saya olesi campuran jambe + kapur sirih + anti jamur, saya kering anginkan lalu saya tanam kembali. Kalau saja bukan bonggol Tiara mungkin sudah saya buang. Tapi karena ini Tiara, ada taring lagi 2 buah, akhirnya saya tanam lagi… Nggak tahu kayak apa nanti hasilnya.
Cuman saya punya pengalaman, menanam pucuk tanpa akar dan batangnya muda (Petita, Gading Mas, Kochin dan Tiara), hidup dan tumbuh akar banyak. Sementara pengalaman lainnya, kebanyakan yang gagal adalah karena ‘over-watering’, keseringan nyiram. Yang berhasil, seingat saya, tiap hari saya kabutin medianya dan tidak pernah mengguyur media selama kurang lebih 1-2 bulanan.

Salam,
Gede Sudarma

Next Page »