Media tanam dan fermentasi pupuk organik cair

July 21, 2008 at 1:06 pm | Posted in MEDIA TANAM, PEMUPUKAN DAN ZPT | 24 Comments

Media tanam dan fermentasi pupuk organik cair

oleh : Faries Fadhil <faries_1@yahoo.com>

Tentang media tanam dan fermentasi.. kemarin sempet dibahas ya waktu di bogor, dan saya pernah juga posting ttg cara membuat pupuk organik cair mandiri.

Kita bahas satu-satu dulu..

1. Tentang media tanam. Saya nggak tahu pak Songgo make media tanam apa, tetapi sebaiknya kalo menurut saya, sesuaikan media tanam anda dengan karakter asli dari Aglo. Aglo itu kan tanaman yang berasal dari Hutan hujan tropis, dia hidup di bawah tegakan pohon2 di hutan, media tanamnya adalah tanah dan humus dengan kelembaban udara dan media yang tinggi tetapi poros. Sebaiknya jangan biarkan aglo anda kekeringan karena walaupun umumnya araceae toleran terhadap kering, tetapi hal ini akan mengganggu pertumbuhannya.

Kalo saya sendiri menggunakan tanah + kompos dengan rasio 40:60. dan tidak saya campur merata, melainkan tanah dan sebagian kompos di bawah (50%) lalu di atasnya kompos semua. Saya mencoba mengikuti kondisi di alam.

2. Tentang fermentasi. Satu hal yang harus diketahui, bahwa pupuk organik cair tidak akan bisa dan tidak pernah bisa menggantikan pupuk organik padat. Sifat fisik dan kimianya banyak perbedaan. Jadi kalo mau menggunakan pupuk organik cair, sebaiknya media tanamnya juga menggunakan kompos. Sebab di dalam pupuk organik cair banyak bakteri menguntungkan buat tanaman dan banyak agen antagonis penyakit (musuh alami penyakit) yang hidup dari mendekomposisi kompos tersebut.

Teknik fermentasi sangat mudah. Anda cukup merendam kompos 5kg (sudah dibungkus kain atau kasa) ke dalam air 100liter, lalu aduk2 hingga airnya menjadi kecoklatan. Lalu masukkan 300 ml pupuk organik cair atau EM4. lalu masukan gula sebanyak 100g (sebaiknya sudah dilarutkan). Kemudian tutup rapat2 dan biarkan 2 minggu. Selesai.

Zemoga bermanfaat..

Zalammblengerbunderklengerkeder..

About these ads

24 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Makasih Pak Faries

    soal media sangat mendasar sekali soalnya
    sangat membantu karena yang detil-detil itu biasanya sering luput dari perhatian
    mungkin sudah tahu atau pernah tahu tapi ya itu lupa, malas dan terlalu yakin
    cinta sih cinta sama aglao, tapi tak peduli kebutuhannya …
    apalagi kalao sudah melihara aglao skala “hutan” kayak Pak Songgo
    kalo masih skala lusinan pot masih bisa detil ….

    diingatken lagi

    salam
    senu

  2. Bang Faries… thank infonya?

    Mau tanya mengenai pemupukan? adakah pengaruhnya terhadap pemupukan yang diberikan bergantian antara pupuk organik dan pupuk un-organik utk satu tanaman.
    Mungkin punya pengalaman …. tolong di sharing …. thank’s !

    Salam AI
    Aries_Wd

  3. Wah pertanyaan bapak ini ga berani asal jawab saya.. terus terang aja, saya belum pernah bikin percobaan memupuk bergantian, dan ga punya data tentang itu, jadi maaf saya ga bisa jawab

    Mengetahui efek pemupukan ga mudah lho, harus sesuai metode pengerjaannya, sebab kalo asal-asalan ya kita ga dapet info yag akurat

    Ini mungkin bisa jadi PR buat R&D nya AI.. siapakah mereka??

  4. Bang Faries..terus terang ya itu yang saya lakukan selama ini..gonta-ganti pupuk, komposisi media dan suplement……jadinya yo amburadul…he..he..Pengalaman yang cukup mahal…

    salammbingungindewa

  5. jadi konklusinya….. amburadul ya.. hehehehehe gawat donk

  6. Iya…terutama yang awal-awal dulu..amburadul… Takutnya yang sekarang-2 ini ikut-ikutan…meskipun sudah sangat selektif perlakuannya…Mudah-2an sih enggak…

    salamndongo
    adji

  7. Wah gawat nich …!
    Padahal mau mencoba ! kebetulan kemarin baru dapat pupuk organik (lambat urai semacam dekastar dan satu lagi berbentuk cair), maksudnya pupuk organik lambat urai di tanam di media sedangkan penyiraman menggunakan organik dan bergantian dengan un-organik (ZPT).

    thank infonya pak?

    Salam AI
    Aries_Wd

  8. mas faries dener2 ada fermentasi yg berhasil dan yg tidak berhasil, apa memang demikian? kl memang demikian bagaimana membedakan fermentasi yg berhasil dan yg tidak berhasil? 2 minggu lalu nyoba nimbun sekam,pakis,cocopeat,pupuk kandang,humus yg telah dibasahi dengan menggunakan EM4+gulapasir sesuai petunjuk cara fermentasi baik dari millis maupun tabloit. sekali lg apa memang dalam melakukan fermentasi ada kegagalan? bila ya, bagaimana membedakan antara yg berhasil dan yg tdk berhasil difermentasikan?

    Thx
    Salamfermentasi
    arief

  9. Fermentasi yang berhasil atau tidak hanya yang anaerob. Kalo yang anda lakukan itu 99% bisa berhasil, hanya tingkat keberhasilannya relatif.

    Kalo membuat pupuk organik cair, keberhasilannya terlihat jika terdapat buih di permukaan cairan bahan. Kalo malah muncul banyak gumpalan dan lendir, bisa jadi belum berhasil, tapi jangan dibuang, masih bisa dikoreksi

  10. Pak Faries, hr ini aglo dlm rmh sy semprot E.B krn di brosurnya bilang bisa buat numbuhin tanaman dalam toples hitam tertutup.

    Cuma disitu ditulis jg kalo E.B bisa mbunuh microbiologi dalam media tanam.

    Zalammblengerbunder klengerkeder. . juga Pak.

    Handro

  11. Mas Faries, klo yang anaerob, biasanya gagalnya karena faktor apa saja?
    Jadi kita bisa menghindari hal-hal yang menyebabkan gagal tersebut.

    Salam,
    Chris

  12. Waduh numbuhin tanaman dalam topls hitam tertutup? maksudnya tanpa cahaya? Kalo bener itu yang dimaksud .. sorry to say.. anda ditipu mentah2.. karena ga ada tanaman yang bisa hidup tanpa cahaya 100%

  13. terkontaminasi oksigen.. menghindarinya ya tutup aja rapat2

  14. Hi mas Faries, maaf nih mau tanya tentang jawaban mas ini. Kalau tidak salah baca disalah satu buku, caladium (maaf kalau menyimpang sedikit dari thema Aglaonema), justru menyemaikan biji / benihnya agar keberhasilanya terjamin 100% baik, harus disungkup dengan plastik total warna hitam. Kemudian kalau melihat kondisi tumbuh caladium itu pun nantinya relatif memerlukan sinar matahari yang sangat minimal, walaupun warna daunnya demikian berwarna-warni.

    Jadi barangkali saja (sekali lagi maaf karena saya tidak tahu banyak tentang tanaman) ada jenis tanaman yang memang barangkali dapat tumbuh baik dalam kondisi sinar minimal atau malah samasekali tanpa sinar. Apakah benar info yang terserap saya ini atau barangkali saya salah mengerti atau lupa isi yang telah saya baca tersebut.

    Mohon pencerahannya mas Faries agar saya tidak salah kaprah.

    Trims, salam,

    Indah

    OOT. PS. Kebetulan juga melihara caladium, tapi tetap saja penyemaian benihnya tidak saya sungkup plastik hitam, tapi memang kondisi lokasi tanaman tersebut saya usahakan tidak terkena sinar matahari langsung….Apakah benar?

    Maaf Frens en pak Mod, ini menyimpang, tapi mas Faries kan ahli botani, jadi sekalian konsultasi, mumpung “gretong”….he he he…thanks ya mas

  15. Nah kalo ini memang beda.

    Mengecambahkan biji memang bisa di tempat yang gelap. Biji atau umbi kan memang umumnya terbenam dalam tanah. Tetapi setelah tumbuh? kan tidak… dia butuh cahaya untuk berfotosintesis. Nah besarnya cahaya yang dibtuhkan sangat tergantung karakter spesiesnya dan ini bisa dilihat dari habitat aslinya.. Caladium, Alocasia, Aglaonema, Dieffenbachia, Anthurium, dan Philodendron, semuanya dari hutan hujan tropis yang agak gelap (sinar hanya 25-35%) dan lembab.

    Tetapi bukan berarti tanpa cahaya..

    Semoga bermanfaat.. klo bingung call aja ke 0859-25150345 atau klo pas online di ym, contact aja ke faries_jujitsan

  16. Oh okay mas, understood….walaupun belum bener-bener mudeng 100% mas, masih bertanya-tanya nih di kepala…

    Tapi.so pasti mas, suatu waktu or beberapa kali waktu, he he he maruk…. pasti saya call-call an mas deh…..trims banget lho sebelumnya tuk kesediaan mas Faries terima permintaan konsultasi saya….

    Salam,

    Indah

  17. ok deh oom, thx atas penjelasannya yg singkat namun padat. kl untuk membuat pupuk organik cair saya belum coba tuh, abisnya buanyak sekali pupuk oranik cair yg beredar dengan harga terjangkau n saya pun belum begitu tertarik untik nyoba. sekali lg thx.

    Salam,

    arief

  18. Hallo, Pak Faries, saya tertarik nih dgn pupuk organik cair yang bapak sampaikan. Saya ingin nanya nih pak..apakah bpk pny informasi mengenai lokasi produsen pupuk tersebut? soalnya saya sedang mencari perusaahan2 yang dapat menyuplai pupuk pupuk, media tanam maupun pestisida berbahan organik dan ramah lingkungan. jika bpk mempunyai informasi mengenai hal ini, harap menghubungi saya.
    Thx.

    regard,

    Cut

  19. Menarik nih diskusinya.. kalo gak salah di tulisan sebelumnya tidak apa2 mencampur pupuk organik dengan non organik, jadi saya eksperimen mencampur b1 (anorgan) dengan nasa (organ) sampai sebulan ini tidak ada masalah..

    Media.

    Kalau menurut saya pribadi penggunaan media tergantung sekali dengan kondisi lapangan/lingkungan sekitar + karakter yang ngerawat aglo.. kalo di jakarta yang sekarang cenderung panas bisa diakali dengan media yang agak lembab.. tapi kalo karakter perawatnya suka main air, lebih baik pake media kering.. thanks.. sori kalo berantakan commentnya masih baru nih.. makasih pak moderator..

  20. Ass..dan salam sejahtera pertama saya memperkenalkan organisasi saya yang bergerak dalam pengelolaan kompos organik namun saya terkendala dalam segi formulator atau istilahnnya obat yang digunakan untuk pencampuran komposnya,unutk itulah saya minta bantuan kiranya bapak dapat mengirimkan kami referensi yang terbaik tentang formula yang digunakan.

  21. wah asik banget diskusinya, karena pupuk mahal jd saya bikin pupuk sendiri dr bhn tanaman yg kaya nutrisi yg bnyk tmbuh di daerah sy, hasilnya oke dan kocek terjaga petani jg hobiis lega

  22. morning pak kalau saya kasih b1 tiap hari dgn dosis tutup dalam bagaimana??? kalau B1 di mix dgn atomik bagaimana?? terima kasih saya pemain baru….

  23. Apa kabar Mas Faries, sekarang ada dimana ? Mudah2an selalu sehat saja he..he..

    Salam

    Miko

  24. halo mas Fris, mo tny nich, bgmn cra mmbuat orgnic cair dgan hijau2an dedaunan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: