Mengatasi Busuk Akar

January 26, 2008 at 5:13 am | Posted in HAMA dan PENYAKIT | Leave a comment

Mengatasi Busuk Akar

Pak Indra Gunawan wrote:
Pak Zai,
beberapa aglao saya akarnya pada kempes, mungkin gak karena aglao terlalu banyak saya siram hormon pertumbuhan, tapi pupuknya kurang.

Selama ini saya pakai campuran atonik 1ml+novelgrow 1ml+metalik 1ml+b1 1ml +1 ltr air.
mohon saran dan solusi mengatasi akar kempes tersebut.

Tks
Indra-Ciledug

Pak Zainuddin Siregar wrote:

Mas Indra,

Saya pernah mengalami hal yang sama.. busuk akar.. kebanyakan karena kutu akar (root mealy bugs), terpaksa ganti media.. yang lain diberi insektisida sistemik (misalnya confidor). Kadang busuk akar karena kurangnya aerasi media.

Hormon biasa sy kasi sendiri2 mas, pemberian aja yang diselang seling..misalnya jika 2 minggu sekali, jarak satu minggu diberi vit B1 dan minggu depannya atonik. Pemberian hormon harus diikuti dengan pemberian pupuk.. saya pakai pupuk slow release osmocote (mirip decastar) agar unsur hara selalu tersedia. Saat repotting di media bagian bawah sy beri pupuk slow release sekitar 1 sendok teh. Pupuk slow release relatif aman diberi agak berlebih, karena pupuk memiliki coating yang membatasi larutnya pupuk dengan cepat..

Oya.. novelgrow kami gunakan hanya sesekali, tidak rutin.

Saran saya mas, periksa penyebab akar kempes apa ada gejala busuk, jika perlu ganti media dengan yang steril.

zai

Pak Indra Gunawan wrote:
Terimakasih Pak Zai,
mo nanya lagi pak, kalo saya mo ganti media steril, ada gak treatment khusus untuk aglao yg mo diganti media tsb sebelum direpoting ?
misalnya akar dibersihkan/direndam dengan campuran larutan apa gitu ?
Sekali lagi terimakasih Pak, sampai sekarang saya masih terus belajar dan menggali bagaimana merawat aglao yang tepat (menjinakkan aglao gitu hehehe…)

Yg aneh pak, saya gak pernah mendapati akar2 aglao itu busuk tiap kali saya periksa, tau2 akar sudah kempes/rontok.

Trus apa yang terjadi bila dosis hormon berlebih tapi pemupukan kurang.

Salam
Indra-Ciledug

Pak Zainuddin Siregar wrote:

Akar dibersihkan bagian rusak dibuang.. jika ada luka oles dengan fungisida. Jika memang ada busuk, setelah akar bersihkan dicelup sebentar dengan larutan pemutih 1 cc/liter (jangan lama).. trus di bilas dengan air bersih..

Jika konsentrasi tinggi (berlebih) hormon yang diberikan dari luar (external) berfungsi kebalikan mas, bukan mempercepat tumbuh.. malah menghambat tumbuh.. Contoh yang umum digunakan sebagai weed killer yang sukses adalah auxin 2,4-diamin. Digunakan pada konsentrasi tinggi untuk membunuh tanaman pengganggu. Auxin konsentrasi tinggi dapat menyebabkan menipisnya bahkan hilangya dinding akar (loosing cell wall), terutama pada akar yang tumbuh lebih dalam.. sering menyebabkan tanaman mudah tumbang.

Hormon pada konsentrasi rendah (berikan 1/5 dosis tertera di kemasan untuk tanaman indoor seperti aglaonema) berfungsi mempromote pertumbuhan, dengan asupan hara yang cukup, promosi berjalan lancar.. kalau ga dibarengi dengan pupuk fungsi hormon tadi ga jalan dong :)

demikian informasi mas..

zai

About these ads

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: