Menyungkup Aglao
January 19, 2008 at 9:48 am | In CARA BERTANAM DAN PERAWATAN |Menyungkup Aglao
oleh Bpk. Gede Sudarma
Mungkin itu sebabnya orang bijak mengatakan “never too old to learn something”, “belajar sampai tua”, dll.
Bonggol busuk adalah masa lalu (mudah-mudahan), nggak ada yang bisa diambil kecuali pelajaran darinya, hikmahnya. Kalau diibaratkan kita ini wayang, sudah ada dalangnya yang menggerakkan tangan kita, kaki kita, apa yang harus kita lalui, kemana kita pergi… sudah diatur didalam ’skenario’.
Tentang aglo yang lagi sungkupan, mungkin Pak Henry bisa coba resep saya. Saya dapet resep ini berdasarkan masukan dari banyak orang. Bahwa tanaman (sebagian besar) itu sudah kodratnya hidup di tanah, dengan kata lain medianya harus mengandung tanah… kalau saya lalu menyebutnya ‘modified soil’.
Saya dirumah pakai media bekas (pakis halus, sekam bakar, kaliandra) yang masih baru (belum lama), lalu saya campur tanah antara 50-70% (sampai kelihatan dominan tanah). Dicampur merata lalu dipakai untuk menanam pucuk tanpa akar. Media dipadatkan dengan menepuk-nepuk potnya dan ditekan sedikit permukaannya. Nyiramnya hanya dikabutin saja permukaan medianya. Tadinya saya agak ragu, tapi beberapa pucuk aglo Thai murahan yang saya aplikasikan hasilnya luar biasa. Lalu saya aplikasikan untuk pucuk Tiara, HL, Dolores yang bonggolnya (awalnya) busuk. Lumayan, dalam waktu 3 minggu begitu saya bongkar, akarnya banyak dan sudah 1cm-an. Melihat akar tumbuh sehat dan banyak rasanya sama seperti melihat tunas muncul dari media. Kalau di ibaratkan seorang bayi yang disusui ibu pertiwi, lebih sehat…
Yang penting jangan sampai disiram basah banget.
Mudah-mudahan ada hasilnya… sekalian verifikasi pengalaman saya…
Salam,
Gede Sudarma
No Comments yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

